205. Yesus ditangkap (Mat 26:47-50)

(bacalah teks ini terlebih dahulu!)

Masih berbicara – 26:47
Pembaca Injil Yohanes diberitahu nama pengkhianat Yesus dalam kisah tentang Perjamuan Terakhir. Setelah memberikan sepotong roti kepada Yudas, Yesus menyuruhnya pergi, kata-Nya, “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera” (Yoh 13:26-27). Dalam Injil Markus dan Lukas, nama pengkhianat Yesus tidak diberitahukan sebelumnya. Dalam Injil Matius, nama Yudas sebagai pengkhianat malah diberitahu sebelum Perjamuan Terakhir (Mat 26:14-16).
Walaupun demikian, kisah tentang datangnya Yudas ke Taman Getsemani disusun oleh Mat begitu rupa, sehingga timbul kesan bahwa Yudas muncul secara mendadak, tepatnya pada waktu Yesus masih berbicara dengan ketiga murid pilihan-Nya. Baru sekarang menjadi jelas bahwa Yudas tidak mengikuti Perjamuan Terakhir dan tidak ikut masuk ke Taman Getsemani bersama rasul-rasul lain.

Yudas – 26:47
Dalam masing-masing Injil, info mengenai Yudas tidak sama. Menurut Injil Matius, perundingan tentang rencana penangkapan Yesus diadakan di istana Kayafas, Imam Besar (26:3-5), dan dihadiri oleh para tua-tua bangsa dan para imam kepala. Yudas dibayar 30 uang perak (Mat 26:14-16).
Menurut Mat 26:21-25, pada waktu Perjamuan Terakhir, Yudas bertanya kepada Yesus, “Bukan aku (lah pengkhianat itu), ya Rabi?” Yesus menjawabnya, “Engkau telah mengatakannya.” Jadi, Yesus tahu bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya, dan Yudas pun tahu bahwa Yesus mengetahuinya. Hal ini menambahkan suasana dramatis kisah ini.
Dalam seluruh PB, Yudas disebut 22 kali; dalam Injil Matius: 5 kali saja. Nama Yudas searti dengan Yehuda. Semasa kehidupan Yesus, banyak orang Yahudi bernama Yudas.
Bagaimana Yudas mengkhianati Yesus? Ia menyerahkan-Nya kepada pimpinan Yahudi dengan menunjukkan tempat Yesus dapat ditangkap tanpa menimbulkan keributan. Tidak jelas, apakah Yudas sudah lama merencanakan hal itu. Namun, berdasakan Yoh 6:70-71 dapat disimpulkan bahwa Yudas kiranya mulai merencanakannya sejak pertengahan karya Yesus di hadapan umum.

Seorang dari kedua belas – 26:47
Dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas, kisah tentang penangkapan Yesus dibuka dengan kalimat yang memperkenalkan Yudas sebagai salah seorang dari kedua belas. Anehnya, ungkapan “salah seorang dari kedua belas” ini muncul dalam keseluruhan Injil 9 kali, dan dari jumlah itu sebanyak 8 kali diterapkan pada Yudas dan 1 kali saja jepada Tomas (Yoh 20:24). Dengan cara ini umat Kristen masa awal mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya yang mendalam: Yesus dikhianati oleh seorang rasul-Nya!

Serombongan besar – 26:47
Gambaran rombongan besar yang datang menangkap Yesus tidak jauh berbeda dengan yang disajikan dalam Injil Markus (14:43). Rombongan itu datang atas perintah Mahkamah Agama, walaupun pada umumnya terdiri dari warga-warga sipil saja. Mereka memang berhak menangkap Yesus, sebab mereka diperintahkan untuk melakukannya langsung oleh pimpinan agama Yahudi.

Pedang dan pentung – 26:47
Dalam ayat ini dengan jelas disebut pedang. Senjata ini disebut pula dalam ayat 52 kisah ini. Pentung mencakup berbagai jenis “senjata” ari kayu yang biasanya dipakai oleh hansip
Berdasarkan ayat ini tidak dapat disimpulkan bahwa Yesus didatangi oleh tentara ataupun polisi.

Yang menyerahkan dia – 26:48
Yudas diperkenalkan oleh Matius di sini sebagai yang menyerahkan Yesus. Terjemahan ini tepat sekali. Yudas berjalan di depan rombongan besar itu. Boleh jadi, mereka yang ikut dalam rombongan itu sama sekali belum pernah melihat Yesus. “Tugas” Yudas adalah menunjukkan tempat Yesus berada. Jadi, ia berperan terutama sebagai informan. Pimpinan agama Yahudi sejak awalnya mau menangkap Yesus secara diam-diam (Mart 26:4-5). Setelah sampai kepada Yesus, Yudas harus menunjukkan lagi siapa dari sekelompok pria yang dijumpai oleh rombongan di Taman Getsemani itu adalah Yesus. Untuk melakukan “tugas” kedua itu, Yudas maju sambil mencium Yesus.

Orang yang akan kucium, itulah Dia – 26:48
Menurut para Sinoptisi, Yudas menyerahkan Yesus dengan ciuman. Menurut Injil Yohanes, Yesus sendiri memperkenalkan diri-Nya kepada rombongan yang mau menangkap-Nya.

Salam, Rabi – 26:49
Sapaan Rabi perlu diperhatikan sejenak. Dalam Injil Markus, sapaan ini biasa dipakai oleh murid terhadap gurunya (Mrk 9:9:5; 11:21). Tetapi, lain halnya dalam Injil Matius. Dalam Mat 23:7-8 dapat dibaca kata—kata Yesus berikut ini, “Mereka (=ahli-ahli kitab dan orang-orang Farisi) suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi, kamu, janganlah kamu disebut Rabi, karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.” Pada waktu Perjamuan Terakhir, ketika rasul-rasul dengan gencar menanyakan Yesus siapakah pengkhianat antara mereka, Yudas bertanya, “Bukan aku, ya Rabi?” Dengan menyapa Yesus sebagai Rabi, walaupun Yesus tidak menghendakinya. Yudas sesungguhnya menempatkan dirinya di luar persaudaraan rasul-rasul.

Lalu mencium Dia – 26:49
Ciuman adalah tanda kasih. Tetapi, tanda itu dapat dipakai pula oleh musuh dan pengkhianat. Dalam kitab Amsal sudah dikatakan, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah” (27:6). Sejak mencium Yesus di Taman Getsemani, Yudas nyata-nyata menjadi musuh Yesus. Tetapi, bagaimana mengartikan ciuman Yudas itu secara historis? Menurut sejumlah ahli, Yudas berlaku normal, sebab setiap murid biasa meyalami Yesus dengan ciuman.
Ciuman sebagai tanda salam sering disebut dalam Kitab Suci. Tetapi, orang saling berciuman pula sebagai tanda rekonsiliasi, penyesalan, kerahamahtamahan, persekutuan, dsb. Di kalangan Yahudi, ciuman diberi pada tangan, kepala, kaki, tetapi jarang sekali pada mulut.
Ciuman yang diberikan Yudas, pasti biasa-biasa saja, dan tidak menimbulkan rasa curiga di antara para rasul.