Jumat, 28 Januari 2022 – Pw St. Thomas Aquino

C-062 – 2Sam. 11:1-4a.5-10a.13-17 – “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!” (ay 11)

MENOLAK BERUSAHA LEBIH

  1. Daud telah berzinah. Lalu ia melakukan tindakan kriminal.
  2. Dosa zinah, di samping dosa Adam, dinilai oleh Alkitab Perjanjian Lama sebagai dosa-dosa yang terberat. Tetapi di mana sebenarnya letak persoalannya? Apa yang menjadi dasar dosa? Hilangnya kemurnian? Tdak! Manusia tidak menjadi pezinah, bila ia kehilangan kemurnian atau bila ia melanggar ketetapan hukum! Kalau begitu, apakah dosa berhubungan dengan keadaan hidup manusiawi yang memang tidak menentu arahnya? Tidak juga, sebab setiap manusia sesungguhnya berusaha menempuh hidup itu sampai titik penghabisan.
  3. Alkitab mengundang kita mencari pemecahan lain: Dosa adalah penolahan terhadap usaha tambahan, yang terus-menerus disarakan kepada kita oleh kemerdekaan kita. Dosa adalah pelarian dari kenyataan, pelarian terhadap dialog dan pelarian kepada sikap “Saya sendiri dapat mengatasi segala kesulitan.” Bukankah intisari dosa Daud justru terletak dalam penolakan terhadap usaha tambahan yang disarakan kepadanya oleh perjanjian dengan Allah?

Mrk. 4:26-34 – “Apabila ia (biji sesawi) ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya” (ay 32)