Kamis, 27 Januari 2022

C-061 – 2Sam. 7:18-19.24-29 – “Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan Allah, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya” (ay 29)

SEMACAM ‘UNDANG-UNDANG DASAR’ AGAMA

  1. Daud mengucapkan sebuah doa syukur. Di dalam doa itu ia menyatakan keyakinannya, bahwa masa kemudian kerajaannya – yang kesatuannya tetap terancam bahaya perpecahan – tergantung dari berlangsungnya wangsanya sendiri (ay 19.20) dan dari kesetiaan seluruh bangsa pada perjanjian dengan Allah (ay 24). Dalam keyakinan ini tercermin apa yang diamini bangsa Israel sebagai semacam undang-undang dasar keagamaan. Hal ini amat penting untuk memahami sejarahnya.
  2. Memang, apa yang diungkapkan oleh Daud, terbukti dengan jelas dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi kemudian: walaupun wangsa Daud telah lenyap, bangsa Yahudi tetap bertahan. Sebab bangsa itu beriman dan terus-menerus membaharui imannya.

Mrk. 4:21-25 – “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya” (ay 25)