203. Yesus berdoa di Getsemani (Mat 26:36-46)

Untuk kedua kalinya – 26:42
Menurut kisah ini, setelah tiba di Getsemani, Yesus menjauh dari ketiga murid-Nya, berdoa, lalu kembali lagi kepada mereka, dan masing-masing hal itu dilakukan-Nya sebanyak tiga kali. Tidak demikianlah cerita dalam Injil-injil lain. Dalam Injil Yohanes hanya dicatat bahwa Yesus masuk ke taman bersama murid-murid-Nya, lalu ditangkap. Doa Yesus di Getsemani sama sekali tidak disinggung. Menurut kisah Lukas, Yesus berdoa di Getsemani sekali saja, tetapi Ia tidak mondar-mandir kepada murid-murid-Nya sebanyak tiga kali. Manurut kisah Markus, Yesus mendatangi murid-murid-Nya sebanyak tiga kali, tetapi doa-Nya dikutip dua kali saja.
Mengapa Matius menggambarkan tiga tahapan doa Yesus? Sebab ia berharap agar umat Kristen memperhatikan intensita doa Yesus serta menirunya. Yesus bukan seorang fanatikus yang begitu saja mau mati. Ia menghentikan doa-Nya setelah Ia yakin bahwa kematian-Nya memang dikehendaki oleh Allah. Markus lebih menekankan kerapuhan murid-murid Yesus yang biarpun ditegur, tetap tidur saja. Maka, mereka ditegur oleh Yesus sebanyak tiga kali. Petrus pun menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Megapa? Antara lain, karena ia tidak cukup berdoa.

Tidak mungkin lalu – 26:42
Ketika berdoa untuk pertama kalinya, Yesus berkata, Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku. Dalam doa-Nya untuk kedua kalinya Yesus berkata, Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu … Ada ungkapan jika mungkin dan jika tidak mungkin. Allah rupanya “bungkam,” tidak menanggapi doa Yesus, sehingga Yesus mengerti bahwa cawan itu tidak akan dijauhkan daripada-Nya, sehingga Ia harus meminumnya. Dalam keadaan itu Yesus menyatakan diri-Nya siap untuk taat kepada Allah, kata-Nya, Jadilah kehendak-Mu!
Dulu pernah Yesus mengajarkan para pendengar-Nya untuk berdoa demikian. Sekarang Ia berdoa dengan cara yang sama. Allah harus ditaati, juga pada saat Ia tidak mengabulkan doa manusia!

Ia kembali – 26:43
Setelah berdoa untuk kedua kalinya, Yesus kembali kepada murid-murid-Nya. Ternyata Ia mendapati mereka sedang tidur. Namun, kali ini Yesus tidak menegur mereka. Menurut Injil Markus pun, Yesus tidak menegur mereka. Padahal tidur itu menjadikan mereka semakin lemah dalam menghadapi cobaan yang kian mendekat!

Mata mereka sudah berat – 26:43
Ungkapan mata berat muncul dalam kisah ini baik dalam Injil Matius maupun Markus. Apakah lewat ungkapan ini penulis Injil ingin membela ketiga muridi itu? Tampaknya itulah maksud penulis Injil Lukas yang menjelaskan bahwa mereka tertidur karena dukacita (22:45). Tetapi, lain tujuan Markus dan Matius. Mereka hendak menegaskan rapuhnya manusia sebagai ciptaan berdaging. Kesimpulan ini didukung oleh sebuah nas dari kitab Kejadian (48:10), di mana dikatakan bahwa “mata Israel/Yakub telah berat karena tuanya” (demikian aslinya!), artinya termakan oleh usia, sehingga kabur.

Ia membiarkan mereka di situ – 26:44
Menurut Mrk 14:40, Yesus di Getsemani memang datang kepada ketiga murid-Nya sebanyak tiga kali. Tetapi, setelah datang untuk kedua kalinya, Markus sama sekali tidak menyinggung reaksi Yesus. Lain halnya dengan Matius: Ia seolah-olah mau mengisi kekosongan yang tercipta dalam kisah Markus dengan narasi singkat, Ia membiarkan mereka di situ, lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
Doa apa yang diucapkan oleh Yesus? Kiranya doa yang dikutip dalam ayat 42. Yang terpenting di dalamnya ialah persetujuan Yesus untuk menaati kehendak Bapa