Rabu, 26 Januari 2022 – Pw. St Timotius & Titus

C-060 – 2Sam. 7:4-17 – “Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya” (ay 16)

MANUSIA, KEDIAMAN ALLAH

1. Untuk menjamin kelangsungan wangsanya serta menyediakan sebuah pusat kegiatan bagi bangsanya, raja Daud merencanakan pembangunan sebuah tempat kediaman bagi Allah, sebuah rumah perlindungan bagi Tabut Perjanjian. Tetapi dengan perantaraan nabi Natan, Yahwe memberitahukan kepada raja, bahwa justru Dialah yang akan membangun sebuah rumah bagi raja (ay 11b dan 16).
2. Teks ini hendaknya dipahami dengan tepat: Allah bukan tidak setuju dengan rencana pembangunan kenisah. Ia hanya menghendaki, supaya masa depan bangsa Israel maupun wangsa rajani, pertama-tama berlandaskan perjanjian antara yahwe dengan para raja, bukannya berlandaskan bangunan kenisah semata-mata. Kesetiaan Allah maupun para raja Israel akan lebih menentukan jalannya roda sejarah daripada korban-korban yang dipersembahkan di dalam kenisah.
3. Dalam teks ini seolah-olah sudah bergema ucapan Yesus sendiri: Bait Allah yang berkenan kepada Allah Bapa ialah tubuh-Nya sendiri.


Mrk. 4:1-20 – “Yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat” (ay 20)