202. Yesus berdoa di Getsemani (Mat 26:36-46)

Kembali kepada murid-murid-Nya – 26:40
Menurut Injil Matius dan Markus, doa Yesus tidak ditanggapi Allah secara jelas. Maka, Yesus berdoa beberapa kali. Yesus benar-benar bergumul, sehingga kisah ini bersuasana dramatis. Menurut kisah dalam Injil Matius dan markus, Yesus tiga kali menghentikan doa-Nya untuk menjumpai murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur! Menurut Injil Lukas, Yesus mendatangi mereka sekali saja, tetapi murid-murid itu tidur juga. Manusia yang tidur, jelas-jelas tidak berjaga-jaga. Posisi tidur sama sekali berbeda dengan posisi berjaga.

Berkata kepada Petrus – 26:40
Menurut kisah ini, Yesus memang menegur Petrus. Tetapi, sesungguhnya Ia menegur murid-murid lain pula, “Tidakkah kalian sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” Sebelumnya (22:42) Yesus menasihati, “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Sebelumnya lagi, Yesus menggambarkan suatu peperangan antara diri-Nya dengan Setan (12:29). Dengan mengatakan “bersama Aku,” Yesus menegaskan adanya solidaritas antara diri-Nya dengan para rasul-Nya. Kalau seseorang tidak solider dengan Yesus, bagaimana mungkin “ia bersama” dengan Dia? “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku!” (12:30).

Satu jam – 26:40
Dalam teguran-Nya, Yesus memang bicara tentang “satu jam” berjaga. Tetapi, yang dimaksudkan-Nya bukan 60 menit, melainkan “jam pencobaan” dahsyat. Yesus ingin luput dari “jam” itu, dan justru karena itu Ia berdoa! “Jam” itu sungguh menakutkan, tetapi sekaligus singkat.
Dalam 2Ptr 5:8-10 tertulis, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mangaum-aum …. Allah, sumber segala kasih karunia … akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.”
Yesus bicara kepada ketiga rasul-Nya, sambil memikirkan semua rasul lain, sebab Ia tahu bahwa semua mereka akan tercerai-erai. Dengan tidur, mereka gagal berjag-jaga.

Roh … berniat baik, tetapi tabiat manusia lemah – 26:40
Kelemahan “daging” nyata sekali pada saat pencobaan datang. Menurut PL, roh dan daging tidak mengacu kepada dua bagian alat manusia seperti halnya dengan jiwa dan badan, melainkan kepada manusia sebulat-bulatnya yang dipandang dari dua sudut yang berbeda-beda. Roh pada dasarnya ada pada Allah dan malaikat. Dalam diri manusia, roh searti dengan perasaan, pikiran dan keinginan. Daging hanya dimiliki oleh manusia dan binatang. Manusia berdaging searti dengan makhluk yang dapat dipegang, dan dapat musna.
Dalam PL, “daging” searti dengan kerapuhan, bukan kedosaan! Menurut tulisan-tulisan yang ditemukan di Qumran, “daging” sering menjadi saluran yang dimasuki roh jahat untuk menguji, menggoda atau bahkan menguasai manusia. Rasul-rasul yang ditegur oleh Yesus, sedang berada dalam pengaruh roh dan daging. Roh manusia bisa serasi dengan Allah. Daging adalah ciri khas semua manusia tanpa kecuali, dan daging tidak jahat/setani dengan sendirinya. Tetapi, daging dapat dipakai oleh Setan dengan sendirinya. Tetapi, daging dapat dipakai oleh Setan untuk menarik umat Allah dari rencana Allah. Daging adalah “titik lemah” manusia! Daging itu dimiliki oleh Yesus pula! Maka, Ia minta, supaya rasul-rasul-Nya ikut berdoa bersama dengan-Nya. Justru karena daginglah Yesus berdoa, supaya cawan itu berlalu daripada-Nya. Dengan tidur, pertahanan rasul-rasul semakin lemah dan tidak dapat membantu Yesus. Semakin manusia sadar akan dekatnya Kerajaan Allah, semakin giatlah ia seharusnya berdoa pula agar jangan kalah dalam pencobaan.