198. Yesus ke Bukit Zaitun bersama murid-murid-Nya (Mat 26:30-35)

Sesudah Aku bangkit – 26:32
Namun, nubuat Yesus sehubungan dengan murid-murid-Nya tidak seluruhnya bernada pesimistis. Sebab Yesus segera menambah, “Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kalian ke Galilea.” Kata-kata ini menggemakan bagian kedua kutipan dari Za 13:7, “Aku akan mengenakan tangan-Ku terhadap yang lemah.” Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus akan kembali menjadi gembala yang mempersatukan kawanan doma-Nya. Dalam teks ini terasa keyakinan umat Kristen masa awal bahwa sesudah kebangkitan-Nya, Yesus benar-benar membangun komunitas Gereja.

Petrus menjawab-Nya – 26:33
Walaupun Yesus berbicara kepada seluruh kelompok murid-Nya, Petrus tampil dengan sebuah peryataan-tantangan. Menurut Matius, Petrus menjawab atau menanggapi ucapan Yesus.
Petrus pun menegaskan bahwa “skandal” kehilangan iman itu menyangkut diri Yesus (“karena Engkau”). Ia malah menyetujui kemungkinan bahwa semua temannya akan terguncang imannya. Tetapi, bukan dia! Jadi Petrus tidak membantah Yesus. Ia hanya mau menegaskan bahwa dia jangan disamakan dengan rasul-rasul lain. Petrus memang biasa tampil sebagai juru bicara teman-temannya.

Yesus berkata kepadanya – 26:34
Dalam keempat kitab Injil dicatat nubuat meriah Yesus tentang penyangkalan Petrus sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok. Dalam Injil Matius dan Markus, nubuat ini diucapkan Yesus dalam perjalanan menuju Bukit Zaitun.
Yesus menegaskan bahwa penyangkalan itu akan terjadi “pada malam ini,” artinya hari ini, sebab hari mulai dengan terbenamnya matahari. Kata menyangkal dalam ucapan Yesus, “Engkau telah menyangkal Aku” searti dengan menyatakan “aku bukan pengikut-Mu, ya Yesus.”
Dalam teks Indonesia ayat 34 muncul kata berkokok. Tetapi, dalam teks Yunaninya muncul kata lebih netral, yaitu “bersuara/berbunyi” saja.
Menurut Injil Lukas dan Yohanes, nubuat ini diucapkan oleh Yesus pada waktu berlangsungnya perjamuan terakhir dan didahului dengan pernyataan Petrus bahwa ia siap mati bersama atau demi Yesus.

Sekalipun aku harus mati – 26:35
Mendengar nubuat Yesus, Petrus langsung menyatakan kesiapsediaannya untukmati bersama Yesus. Semua temannya bersuara sama bagaikan sebuah paduan suara yang kompak.
Walaupun diketahui bahwa Petrus akhirnya menyangkal Yesus, perlu disadari bahwa dia maupun teman-temannya dengan jujur menyatakan keinginannya untuk tetap setia kepada Yesus, biarpun mereka harus membayarnya dengan nyawa.
Dulu pernah Petrus sama sekali menolak kemungkinan Yesus dibunuh (Mat 16:22). Sekarang ia sudah lebih siap untuk berbagi nasib dengan Yesus. Namun, ia tetap kurang realistis.