Senin, 17 Januari 2022 – Pw. Sta. Antonius Abbas

C-051 – 1Sam. 15:16-23 – “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lelbih baik dari pada lemak domba-domba jantan” (ay 22b)

SAUL YANG DIKUCILKAN OLEH BANGSANYA

  1. Aliran yang tidak setuju dengan pembentukan kerajaan Israel dan tercermin dalam kitab ini, melebih-lebihkan kesalahan dan kegagalan Saul yang malang itu, supaya namanya tidak diingat oleh bangsa. Salah satu dari kesalahan raja itu diceritakan dalam kisah ini: Saul tidak mematuhi hukum jarahan. Seharusnya ia menumpas habis setiap makhluk hidup dalam perkemahan musuh yang dikalahkannya. Akan tetapi Saul membiarkan bangsanya mengambil sejumlah ternak terbaik untuk dipersembahkan sebagai korban bagi Allah.
  2. Inilah kejahatan Saul! Manusia tidak boleh mempermainkan hukum suci tanpa kena hukuman! Untuk menekankan ‘jahatnya’ perbuatan Saul ini, tradisi kenabian tidak segan-segan mengutip sebuah nubuat kuno (ay 22) , yang konon diucapkan nabi Samuel. Nubuat itu mengajak umat mempersembahkan persembahan-persembahan rohani kepada Tuhan.
  3. Sungguh tragislah panggilan Saul. Ia tidak dipahami bangsanya. Ia dikucilkan dan tinggal seorang diri saja.

Mrk. 2:18-22 – “Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya” (ay 21)