194. Kisah Sengsara Yesus Kristus (Mat 26:30-27:66) – 1/3

Pengantar

Bagian-bagian khas Matius
Para ahli Kitab Suci sepakat bahwa Kisah Sengsara Yesus versi Matius mengikuti susunan kisah serupa dalam Injil versi Markus. Walaupun demikian, dalam versi Matius tetap terdapat beberapa bagian khas, yang tidak dapat begitu saja disejajarkan dengan teks serupa dalam Injil Sinoptik lain. Inilah daftar bagian khas itu:

Mat 26:52-54 – tentang penangkapan Yesus. Yesus bereaksi terhadap tindakan salah seorang murid-Nya yang dengan pedang memotong sebagian daun telinga hamba Imam Besar.

Mat 27:3-7 – perikop tentang nasib Yudas setelah Yesus diserahkan ke dalam tangan Pilatus.

Mat 27:24-25 – tentang pembasuhan tangan oleh Pilatus.;

Mat 27:52b-53 – cerita tentang kubur-kubur yang terbuka sesudah kematian Yesus serta kebangkitan orang-orang kudus dari kuburnya.

Mat 27:62-66 – cerita tentang para penjaga makam Yesus.

Mat 28:2-4 – tentang malaikat yang turun dari surga demi membuka makam yang sudah dimeteraikan.

Asal usul enam bagian khas Matius
Timbul pertanyaan, apakah Matius menciptakan bagian-bagian khas yang disebut di atas ini ataukah bagian-bagian itu termasuk tradisi. Para ahli cenderung menerima kenyataan kedua: semua bagian tambahan itu termasuk tradisi kuno. Tentu saja, tradisi itu tercipta barangkali dalam periode-periode yang berlain-lainan. Misalnya, Mat 27:51-53 ataupun Mat 27:62-66 tercipta agak belakangan. Namun pada dasarnya, Kisah Sengsara Yesus versi Matius tidak berbeda dengan kisah serupa dalam Injil Markus.
Harus diterima pula bahwa Matius meluaskan Kisah
Sengsara dengan sejumlah sisipan dan satuan tematis, dan tidak jarang malah mengubah teks Markus. Hal ini mencolok mata dalam kisah tentang kebangkitan Yesus. Dalam kisah itu Matius tampaknya menempuh jalannya sendiri. Ia melakukannya demi menegaskan gagasan teologisnya. Bagi Matius, sengsara, kematian, dan kebangkitan Yesus menyatakan kuasa dan kemuliaan Yesus. Kuasa itu melawan kekuatan-kekuatan jahat yang sejak semula ingin membinasakan Yesus. Yesus mengalahkan kekuatan-kekuatan itu. Inilah salah satu tema utama Kisah Sengsara versi Matius.

Kristus – pemenang
Mengapa dalam kisah yang panjang ini Matius begitu menekankan kuasa Yesus? Sebab ia menuliskannya pada waktu sudah terjadi perpecahan antara Gereja dengan Sinagoga Yahudi. Matius ingin menunjukkan Yesus-pemenang kepada Gereja yang masih berusia muda.
Tentu saja, Yesus-pemenang lebih mudah diperlihatkan kepada Gereja dalam kisah-kisah yang tidak berhubungan dengan sengsara apalagi wafat-Nya. Karena alasan inilah, Markus menyusun Kisah Sengsara begitu rupa supaya pembacanya dapat dengan lebih mudah menangkap wahyu Yesus sebagai Anak Allah. Justru gagasan Markus itu dibawa oleh Matius kepada “puncaknya: ”Yesus Putra Allah? Lebih dari itu! Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, Yesus dilantik secara paling resmi sebagai Anak Allah (28:16-20).
Tema “Yesus-Mesias/Kristus” dapat dilacak dalam Injil Matius sejak semula, mulai dari kisah tentang Yesus yang masih kecil. Sejak semula Yesus-Mesias ditolak oleh bangsa Yahudi. Kenyataan itu menjadi gambaran nasib Yesus di kemudian hari. Namun, biarpun ditolak oleh orang-orang Yahudi, sejak semula Yesus sudah disembah oleh para majus dari Timur (2:1-12).