Kamis, 13 Januari 2022

C-047 – 1Sam. 4:1-11 – “Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar” (ay 5)

ALLAH YANG BERPINDAH-PINDAH TEMPAT

Dengan tabut perjanjian yang selalu dibawa di muka, orang-orang Israel melintasi padang gurun lalu memasuki Kanaan untuk menaklukkannya. Lagu-lagu perjuangan mengiringi tabut itu (ay 5). Tabut dipandang sebagai lambang kehadiran Allah. Tabut menyertai bangsa Israel sewaktu mereka masih hidup sebagai Badui dalam perkemahan dan terus-menerus berpindah tempat. Hormat yang berlebih-lebihan dan magis bangsa Israel terhadap tabut itu mencerminkan kepercayaan mereka akan “lincahnya” Allah mereka. Yahwe bukan seperti para Baal yang terikat pada tempat tertentu saja. Ke mana saja perginya bangsa Israel, Yahwe selalu menyertainya, tetapi Ia tidak pernah membiarkan diri-Nya dikuasai bangsa itu. Salah satu buktinya ialah peristiwa dibawanya tabut ke negeri asing (ay 11). Sudah dalam teks inilah Yahwe diakui sebagai Allah sejarah.


Mrk. 1:40-45 – “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku” (ay 40)

Leave a Reply