Senin, 10 Januari 2022

C-044 – 1Sam. 1:1-8 – “Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?” (ay 8)

KESUBURAN

  1. Teks ini menggambarkan keadaan sosial wanita dalam abad ke-9 sebelum Masehi.
  2. Hana, ibu nabi Samuel, mandul. Bertahun-tahun lamanya ia merenungkan nasibnya yang malang. Ia yakin, bahwa ia seorang wanita yang gagal. Ia berlaku amat mesra terhadap suaminya yang hidup dalam poligami. Tetapi semuanya itu tidak mampu membuahi rahimnya. Lebih-lebih berat penderitaannya lagi karena seorang gundik suaminya amat cemburu terhadap Hana dan memperlakukannya dengan pongah.
  3. Setelah menjalani proses pemurnian batin melalui pelbagai pencobaan itu, Hana dikaruniai oleh Allah. Ia akan memperoleh seorang anak laki-laki, sebab doanya sudah dikabulkan Tuhan.

Mrk. 1:14-20 – “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (ay 15)