188. Hamba yang jahat (Mat 25:24-27)

Tuan adalah orang yang kejam – 25:24
Kata kejam dalam Injil Matius muncul di sini saja (kata ini muncul lagi dalam Yoh 6:60; Kis 26:14; Yak 3:4). Kejamnya tuan digambarkan melalui perbuatan-perbuatannya, yaitu, “menuai di mana ia tidak manabur, dan memungut dari tempat di mana ia tidak menanam.”

Menuai … di mana tuan tidak menabur – 25:24
Menurut keyakinan hamba ketiga, tuannya mengharapkan munculnya panen di tempat benih tidak pernah ditaburkan. Jadi, menurut hamba itu, tuannya mengharapkan panen dari ladang orang lain (yang ditaburi orang lain juga).
Seluruh dialog antara hamba ketiga dengan tuannya merupakan klimaks perumpamaan ini. Para pendengar perumpamaan ini tentu saja diajak menilai sendiri hamba itu, tuannya mengharapkan panen dari ladang orang lain (yang ditaburi orang lain juga).
Seluruh dialog antara hamba ketiga dengan tuannya merupakan klimaks perumpamaan ini. Para pendengar perumpamaan ini tentu saja diajak menilai sendiri kelakuan hamba ketiga itu. Karena semua perumpamaan yang memunculkan hamba-hamba bertujuan menggambarkan relasi antara  Allah dan manusia, maka kata-kata yang diucapkan oleh hamba ketiga mengungkapkan apa yang nyatanya dipikirkan tentang Allah oleh manusia: Ia pribadi yang menuntut; ia juga seoroang pemimpin yang lalim.
Orang yang punya gambaran demikian, jelas-jelas tidak mengenal Allah. Dan karena berpandangan salah, mereka taat kepada Allah secara legalistis saja sama seperti hamba ketiga ini yang tidak cukup percaya kepada tuannya. Justru karena itu ia tidak mau mengambil resiko sehingga memilih cara yang salah, yaitu mengamankan uang di dalam tanah.

Aku takut – 25:25
Hamba itu takut, sebab mempunyai gambaran salah tentang tuannya. Ia takut dihukum oleh tuannya seandainya uangnya hilang.

Hamba yang jahat dan malas – 25:26
Kata jahat muncul dalam kitab-kitab Injil sekitar 26 kali.
Kata malas dalam Injil Matius muncul di sini saja. Matius memasukkan kata ini dengan sengaja, sebab ia ingin menegaskan bahwa berjaga-jaga secara Kristen berarti mengabdi secara aktif.

Kamu sudah tahu – 25:26
Dalam jawabannya, tuan mengulangi kata-kata hambanya yang jahat. “Jadi kamu sudah tahu bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam.”
Dengan mengulangi “evaluasi” hamba itu, tuan sama sekali tidak mau membenarkannya. Justru sebaliknya! Dalam kenyataannya, sikap tuan itu sama sekali berbeda dengan apa yang dikatakan oleh hamba itu. Buktinya ialah ganjaran berlimpah-limpah yang diberikannya kepada kedua hambanya yang baik.
Tuan itu memang baik sekali dan murah hati. Maka, dengan mengulangi ucapan hamba yang jahat, tuannya mau menunjukkan kepadanya betapa salahlah kelakuan hambanya. Sebab kalau ia sudah tahu bahwa tuannya kejam, ia seharusnya berbuat apa saja supaya modal itu menghasilkan laba; ia seharusnya membawa talenta itu ke bank. Jadi, tuan ini meyakinkan hambanya dengan kata-katanya sendiri.