187. Hamba-hamba yang baik (Mat 25:19-23)

Lama sesudah itu pulanglah tuan – 25:19
Ungkapan ini mengacu kepada tertundanya saat Parusia (Mat 24:49; 25:5) dan kepada kedatangan Yesus untuk kedua kalinya. Adegan pertanggungjawaban yang dapat dibaca selanjutnya mengingatkan Penghakiman Terakhir.

Mengadakan perhitungan – 25:19
Ungkapan mengadakan perhitungan sudah muncul sebelumnya (Mat 18:23). Tuan ingin tahu apa yang dilakukan dengan talenta yang dipercayakannya kepada hamba-hambanya.

Hamba yang menerima lima talenta – 25:20
Gambaran tentang kelakuan hamba pertama dan kedua termasuk ajaran perumpamaan ini: Orang-orang Kristen seharusnya meniru kelakuan dua hamba itu.

Ia membawa laba lima talenta – 25:20
Kalimat ini dapat disalahartikan seolah-olah hamba itu membawa uang laba saja. Dalam kenyataannya ia membawa 10 talenta, artinya modal yang diterimanya dan laba yang berhasil diperolehnya.

Hambaku yang baik dan setia – 25:21
Kata setia sudah muncul dalam Mat 24:45. Matius sangat mementingkan kesetiaan.

Masuk dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu – 25:21
Kata kebahagiaan dalam ayat ini agak kabur maknanya. Namun, para ahli menduga bahwa dalam ungkapan ini tersirat makna berlatar belakang Yahudi, yaitu sukacita luar biasa yang dialami hamba karena diundang makan semeja dengan tuannya. Matius tentu saja memikirkan sukacita perjamuan mesianis.