Kamis, 06 Januari 2022

C-040 – 1Yoh 4:19-5:4 – “Jikalau seorang berkata: Aku mengasihi Allah, dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya” (ay 20)

KESAKSIAN MENGENAI KEMENANGAN PASKAH

  1. Kristus mengalahkan dunia yang tertutup dalam dirinya dengan kemenangan Paskah-Nya. Kemenangan itu berlanjut dalam hidup sakramental Gereja yang dijiwai Roh Kudus (ay 6). Melalui kemenangan Paskah itu Yesus tampil sebagai Mesias dan sekaligus sebagai Anak Allah.
  2. Bila kita percaya akan kemenangan itu dan sendiri menang pula, maka ini berarti bahwa kita mengambil bagian dalam pengangkatan penuh rahasia sebagai anak Allah, sehingga kita pun menjadi manusia “yang dilahirkan dari Allah”. Iman, sedemikian berlanjutan dalam kasih kepada Allah, satu-satunya sumber kasih persaudaraan yang sejati.
  3. Dalam beberapa kata yang amat padat isinya ini Yohanes menyebut unsur-unsur pokok setiap kehidupan Kristen.

Luk 4:14-22a – “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (ay 21)