185. Hamba-hamba diberi talenta (Mat 25:14-15)

Sebab … seperti seorang yang mau bepergian – 25:14
Lewat kata sebab, Matius mengaitkan perumpamaan ini dengan peringatan yang muncul pada akhir perumpamaan tentang 10 gadis, yakni, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat 25:13). Dengan cara ini perumpamaan tentang talenta ditempatkan dalam konteks Parusia dan sekaligus berfungsi sebagai penjelasan bahwa berjaga-jaga searti dengan mengabdi secara aktif.
Penempatan perumpamaan ini dalam konteks Parusia merupakan langkah pertama untuk menjadikannya kiasan/alegori, sebab tuan itu bukan Allah lagi (seperti biasa dalam semua perumpamaan Yahudi) melainkan Yesus sendiri. Tidak hadirnya tuan itu dengan sendirinya dapat diartikan sebagai periode hidup Gereja antara Kenaikan dan Parusia.
Dalam Luk 19:12, orang yang bepergian itu adalah bangsawan. Dalam teks Lukas dikatakan pula bahwa bangsawan itu pergi ke “sebuah negeri yang jauh.”

Mempercayakan hartanya – 25:14
Harta dipercayakan oleh tuan kepada hamba-hambanya, bukan dihibahkan. Maka, mereka wajib memeliharanya dengan baik.

Diberikannya lima talenta – 25:15
Matius bicara tentang talenta yang nilainya sangat tinggi, sedangkan Lukas dalam perumpamaan yang sejajar (Luk 19:11-27) menyebut uang mina yang 60 kali lebih kecil nilainya dari talenta.
Yesus sendiri mungkin bicara tentang uang mina, sebab dalam ayat 21 dan 23 tuan sendiri bicara tentang perkara kecil, padahal pengurusan talenta sebanyak itu bukan perkara kecil.
Menurut perhitungan para ahli, satu talenta bernilai antara 5.000 – 6.000 dinar. Sebaiknya nilai talenta itu jangan dihitung menurut valuta masa kini. Tetapi tetap harus diperhatikan perbedaan antara 5 talenta, 3 talenta, dan 1 talenta.