Minggu, 02 Januari 2022 ; MINGGU EPIFANI – PENAMPAKAN TUHAN. Hari Anak Misioner Sedunia.

C-036 – Yes 60:1-6 – “Sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu” (ay 2)

SATU IBADAH UNTUK SEMUA MANUSIA

  1. Nabi membayangkan masa mendatang Yerusalem dan menggambarkan ibadat yang kelak akan dirayakan di situ demi kemuliaan Allah oleh semua bangsa dunia.
  2. Masa pembuangan di Babel ternyata bermanfaat bagi Israel. Kontak dengan bangsa-bangsa lain, yang tidak dapat dihindari, telah memperdalam iman orang-orang Israel. Mereka semakin yakin, bahwa Yahwe itu benar-benar lain daripada segala sesuatu. Dialah Pencipta jagat raya dan semua bangsa tunduk kepada-Nya, sama seperti halnya dengan Israel. Yahwe memperhatikan segala bangsa, sebab segala bangsa kelak akan mengambil bagian dalam keselamatan maupun dalam penghakiman. Akan tetapi dalam kerajaan yang akan datang itu, Israel akan memperoleh tempat tersendiri. Israel akan menempati tempat pusat dalam perhimpunan raksasa segala bangsa itu.
  3. Sesungguhnya, orang-orang Israel yang hidup di perantauan, tidak takut-takut menyesuaikan diri dengan kebudayaan-kebudayaan bangsa lain maupun membuka diri terhadap orang-orang asing yang berkehendak baik. Namun proselitisme tidak dipandang mereka sebagai tugas yang perlu mereka jalankan, melainkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan gengsi bangsanya sebagai bangsa pilihat Allah.
  4. Apakah perayaan-perayaan Ekaristi kita seantiasa merupakan ungkapan universalisme sejati yang seharusnya menjiwai hati orang-orang Kristen? Bukankah perayaan-perayaan itu terlalu sering diwarnai kebudayaan umat yang ikut mengambil bagian di dalamnya? Apakah perayaan-perayaan itu mencerminkan kekatolikan yang seharusnya meresapinya?

Mat 2:1-12 – “Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka” (ay 10)