181. Mempelai itu lama tidak datang-datang – 25:5

Tengah malam – 25:6
Tengah malam tidak berarti pkl 00.00, tetapi larut malam.
Menarik sekali bahwa PB mengaitkan malam dengan teks-teks yang mengacu kepada parusia (Luk 12:39+=Mat 24:43+; Luk 12:20; Mrk 13:35. Hal yang sama muncul dalam 1Tes 5:2, sehingga dapat dipastikan bahwa catatan ini termasuk tradisi Kristen sangat kuno).
Talmud Yahudi menghubungkan kedatangan Mesias dan karya pembebasannya dengan malam Paskah. Dalam salah satu tulisan Yahudi disebut empat malam terpenting dalam sejarah, yaitu: Malam pertama ketika Allah mengoyakkan kegelapan dan menciptakan dunia, malam kedua ketika Abraham mempersembahkan putranya sebagai korban, malam ketiga ketika Israel berhasil melarikan diri dari Mesir, dan malam keempat malama zaman eskatologis.
Dengan menempatkan kedatangan pengantin pria pada tengah malam, Matius mengingatkan malam Pakah penuh keajaiban yang akan diciptakan Allah pada akhir zaman. Pada malam itu Allah akan menciptakan langit baru dan bumi baru. Dalam arti tertentu, perumpamaan ini bercorak Paskah.

Terdengarlah suara orang berseru – 25:6
Pada waktu mengucapkan kata-kata ini, Yesus barangkali hendak menegaskan ketidakterdugaan kedatangan-Nya. Hal ini ditegaskan dalam berbagai teks (antara lain dalam Mat 24:27.44; Luk 17:24.26+).

Mempelai datang! Sambutlah dia – 25:7
Menurut teks asli, kata-kata ini didahului dengan kata lihatlah (bacalah komentar pada Mat 1:20).
Dari isi seruan ini dapat disimpukan bahwa pengantin sudah cukup dekat, sehingga kedatangannya diketahui. Mungkin juga seorang dari rombongan pengantin pria diutus secara khusus untuk memberitahukan kedatangannya.

Membereskan pelita – 25:7
Semua pelita itu tampaknya masih menyala, tetapi sumbu harus dibersihkan dan minyaknya harus ditambah.