180. Mempelai laki-laki terlambat (25:5)

Mempelai itu lama tidak datang-datang – 25:5
Mempelai laki-laki tidak datang pada waktu ia diharapkan datang.
Di dunia Timur Tengah kuno, mempelai pria hampir selalu datang terlambat dan hal ini dipandang sebagai sesuatu yang agak wajib. Dengan cara ini keluarganya hendak menegaskan bahwa anaknya tidak tergila-gila pada wanita jelita yang hendak dinikahinya ataupun pada hadiah-hadiahnya yang akan dibawanya ke rumah pengantin pria.
Ada kemungkinan bahwa catatan tentang “terlambat” ini ditambahkan kemudian, sebab umat Kristen masa itu sudah sadar bahwa Anak Manusia, mempelai komunitas beriman, memang datang terlambat.

Mengantuklah mereka semua lalu tertidur – 25:5
Yang tertidur tidak hanya gadis-gadis bodoh, tetapi yang bijaksana pula. Lain benar sikap mempelai perempuan yang digambarkan dala Kidung Agung (Kid 3:1; 5:2-5).