Rabu, 29 Desember 2021

C-032 – 1Yoh 2:3-11 – “Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan” (ay 10)

PERINTAH YANG BARU

  1. Orang Kristen menghayati pengenalannya dengan Allah melalui praktek kasih persaudaraan terhadap semua manusia tanpa kecuali (ay 4). Inilah suatu perintah yang lama (ay 7), tetapi sebenarnya juga suatu perintah yang baru (ay 8), sebab Yesus dengan jelas menyatakan, bahwa kasih sejati terhadap manusia mencakup kasih terhadap para musuh.
  2. Mengasihi orang lain berarti mengasihinya sebagai pribadi yang berlainan, berbeda dengan kita sendiri, biarpun ada kemungkinan riil, bahwa pada suatu hari sesama itu bisa menjadi musuh kita. Kasih sedemikian hanya dapat dilaksanakan oleh manusia yang benar-benar menyangkal dirinya dan dengan tulus hati mengasihi Allah. Kasih kepada sesama dan kasih kepada Allah adalah dua wujud dari kasih yang pada hakikatnya sama. Kedua-duanya tidak terpisahkan satu sama lain.

Luk 2:22-35 – “Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: ‘Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah” (ay 22-23)