Senin, 27 Desember 2021 ; Pesta St. Yoh. Rasul, PenInj.

C-030 – 1Yoh 1:1-4 – “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus” (ay 3)

MEMAKLUMKAN PERSEKUTUAN KITA DENGAN ALLAH

  1. Yohanes memandang tugas pewartaan sebagai suatu perkara yang utama. Mewartakan Injil berarti memaklumkan Allah sebagaimana kita mengenal Dia dalam diri Kristus (ay 1). Atau dengan lain perkataan: Memberi kesaksian mengenai persekutuan yang terjalin antara kita dengan Allah, Bapa Yesus Kristus (ay 3) serta berbagi sukacita itu dengan manusia lain (ay 4).
  2. Berapa sering, kita, orang-orang Kristen, memperkenalkan kepada manusia yang hidup sekarang sejumlah gagasan rasionil mengenal Allah saja. Padahal semua gagasan itu cukup kabur dan hanya dapat membantu manusia untuk membina keakhlakannya saja! Betapa sering bayangan kita tentang persekutuan dengan Allah keliru sama sekali, sebab disamakan dengan suatu dialog yang terjadi antara suatu subyek dengan suatu obyek! Padahal Allah, Bapa Yesus Kristus, adalah satu-satunya pribadi yang boleh kita sapa dengan kata “Engkau,” sebagai mana hal ini dengan tepat difirasatkan oleh para nabi.

Yoh 20:2-8 – “Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya”