176. Pada kedatangan Anak Manusia (24:37-41)

Kedatangan Anak Manusia  –  24:39
Yesus tidak pernah menyangkal bahwa Dialah Mesias, tetapi baik dalam Mat 24:27 maupun dalam Mat 16:20 Ia secara khusus mengartikan kembali gelar Mesias dalam terang figur yang dikenal dengan nama Anak Manusia.
Atas pertanyaan imam besar, apakah Ia Kristus/Mesias (Mat 26:23), Yesus menjawab, “Kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit” (Mat 26:64).
Di luar keempat kitab Injil, gelar Anak Manusia hanya dipakai dalam Kis 7:56. Dalam keempat Injil, gelar ini dipakai oleh Yesus saja sebagai acuan kepada diri-Nya sebagai “dia.” Alhasil, gelar ini cukup membingungkan dan agak misterius. Namun, para ahli sepakat dalam sejumlah hal sehubungan dengan gelar ini, yaitu: (1) Beberapa kali gelar ini diterapkan pada seseorang yang datang dan bertindak dengan kuasa ilahi; (2) Paham “insan manusiawi” bukan unsur pokok dalam gelar ini; setiap orang adalah insan manusiawi, namun yang membedakan Anak Manusia dari semua manusia ialah kuasa yang diberi kepadanya; (3) Dalam bahasa Ibrani dan Aramea, pemakaian kata “dia” tentang Anak Manusia tidak begitu mengganggu seperti dalam bahasa-bahasa lain; banyak bahasa memakai kata “dia” padahal maksudnya sama dengan “aku;” (4) Para pendengar Yesus kiranya mengerti bahwa Yesus bicara tentang diri-Nya, tetapi dalam terang kebangkitan, komunitas Kristen Matius dan penulis-penulis Injil lain dapat memahami gelar ini dalam arti sebagaimana dipakai dalam Dan 7:13 dan dalam kitab pertama Henokh, yaitu sebagai orang yang dimuliakan dan berkuasa.
Dukungan eksegetis bahwa Yesus bicara tentang diri-Nya dapat ditemukan dalam ayat-ayat sejajar; di dalam Injil yang satu muncul ungkapan Anak Manusia (=Dia), tetapi dalam Injil yang lain muncul kata “Aku.” Hal ini paling jelas dalam Mat 16:13 (“Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”). Tetapi, dalam Mat 16:15, penulis sendiri menghapus salah paham yang dapat timbul dalam hati orang yang membaca ayat 13 tadi, dengan mengutip kata Yesus, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Dalam ayat sejajar dengan Mat 16:13, baik Mrk 8:27 maupun Luk 9:18  memakai kata “Aku.”

Dua orang di ladang – 24:40
Maksudnya bukan dua orang tertentu, melainkan semacam contoh saja dalam arti: Begitulah akan terjadi …

Seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan – 24:40
Dalam Mat 24:40-41 ditegaskan bahwa manusia yang akan mengalami akhir zaman, tidak akan sempat mempersiapkan diri akan penghakiman. Di mana manusia biasanya tidak melihat adanya suatu perbedaan, di situ justru akan terjadi semacam penyortiran. Baru pada saat itulah akan diketahui, manakah “gadis-gadis bijaksana” dan manakah yang “bodoh” (Mat 25:1-30). Untuk menggambarkannya, Yesus menggunakan ilustrasi dari kehidupan sehari-hari: Ada dua orang di ladang, ada dua wanita yang menggiling gandum.
Contoh yang diberikan oleh Yesus ini sesungguhnya mudah ditangkap maknanya. Kedua tipe manusia sama-sama bekerja, melaksanakan tugasnya, tanpa ada yang membedakan mereka satu sama lain.
Yang menarik ialah contoh tentang dua wanita yang menggiling itu. Alat penggiling yang pada waktu itu dipakai terdiri daru dua batu bulat yang ditumpuk secara horisontal. Batu bawah tidak bergerak, sedangkan batu atas dapat diputar; di tengahnya ada lubang untuk memasukkan gandum. Supaya alat itu berfungsi semestinya, kedua wanita harus saling berhadapan muka dan menggerakkan batu atas secara sangat sinkron dan ritmis. Mereka harus bekerja sama secara ideal sekali. Jadi, pada waktu bekerja bersama, kedua wanita itu seolah-olah sama, tidak berbeda. Namun, di antara mereka terdapat perbedaan yang mengejutkan: Yang satu diselamatkan, sedangkan yang satu – tidak. Tanpa diketahui seorang pun, wanita yang satu – boleh dikatakan – hidup dalam terang, sedangkan yang lain – hidup dalam kegelapan. Terlambat sudah untuk mengatasi perbedaan itu, terlambat sudah untuk bertobat …
Jadi, pada saat kedatangan Anak Manusia, penghakiman akan terjadi langsung. Begitu manusia gagal memanfaatkan saat-saat terakhir, b egitu nasibnya tidak akan dapat diubah lagi. Kepada mereka yang akan mengetuk pintu setelah mempelai masuk, akan dijawab, “Aku tidak mengenal kamu!” (Mat 25:12).