Sabtu, 25 Desember 2021

C-028 – Yes 9:1-6 – “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar” (ay 1)

MEMBAWA DAMAI KE DALAM BUMI

  1. Sementara saudara-saudara sebangsanya masih menjalani hidupnya di pembuangan, yang sedikit banyak menyerupai hidup para penghuni ‘negeri gelap,’ yaitu dunia arwah, nabi Yesaya menyatakan pengharapannya serta bernubuat tentang kedatangan seorang raja di masa mendatang, yakni Imanuel. Anak itu (ay 5) akan membawa terang (kehidupan, kebahagiaan, kembalinya para buangan ke Palestina). Ia akan menjelmakan dalam dirinya semua sikap dan keutamaan baik bangsanya, khususnya kecintaan akan damai dan keadilan (ay 6).
  2. Yesaya agaknya mendambakan seorang raja serupa dengan Hizkia baru, yang mungkin akan mampu mewujudkan pengharapan yang besar ini.
  3. Sesungguhnya nubuat Yesaya ini menjadi kenyataan dalam diri Kristus. Kedamaian sejati hanya dapat terwujud dalam Kristus dan hanya dalam diri-Nya saja manusia dari segala bangsa, lingkungan hidup dan kebudayaan dapat saling bertemu sebagai saudara tanpa menghilangkan penghargaan terhadap perbedaan-perbedaan yang terdapat antara mereka masing-masing. Kedamaian semacam ini merupakan karunia Allah dan sekaligus suatu tugas yang harus dipenuhi oleh manusia sendiri.
  4. Apakah orang-orang Kristen zaman sekaran sudah memahami arti sebenarnya dari kedamaian?

Luk 2:1-14 – “Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, – karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud – supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung”