Jumat, 24 Desember 2021

C-027 – 2Sam 7:1-5.8b-12.16 – “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda” (ay 2)

MANUSIA, KEDIAMAN ALLAH

  1. Untuk menjamin kelangsungan wangsanya serta menyediakan sebuah pusat kegiatan bagi bangsanya, raja Daud merencanakan pembangunan sebuah tempat kediaman bagi Allah, sebuah rumah perlindungan bagi Tabut Perjanjian. Tetapi dengan perantaraan nabi Natan, Yahwe memberitahukan kepada raja, bahwa justru Dialah yang akan membangun sebuah rumah bagi raja (ay 11b dan 16).
  2. Teks ini hendaknya dipahami dengan tepat: Allah bukan tidak setuju dengan rencana pembangunan kenisah. Ia hanya menghendaki supaya masa depan bangsa Israel maupun wangsa rajani, pertama-tama berlandaskan perjanjian antara Yahwe dengan para raja, bukannya berlandaskan bangunan kenisah semata-mata. Kesetiaan Allah maupun para raja Israel akan lebih menentukan jalannya roda sejarah daripada korban-korban yang dipersembahkan di dalam kenisah.
  3. Dalam teks ini seolah-olah sudah bergema ucapan Yesus sendiri: Bait Allah yang berkenan kepada Allah Bapa ialah tubuh-Nya sendiri (bdk Yoh 2:21)

Luk 1:67-79 – “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu”