Senin, 20 Desember 2021

C-023 – Yes 7:10-14 – “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (ay 14)

ALLAH BESERTA KITA

  1. Inilah salah satu teks terpenting Alkitab yang mengungkapkan pengharapan bangsa Israel akan Mesias. Orang-orang Yahudi terus-menerus membacanya ulang serta menanggapinya dengan pengertian yang semakin baru. Matius, penyusun Injil pertama, melihat penggenapannya dalam peristiwa terkandungnya Yesus dalam rahim Maria.
  2. Titik tolak teks ini ialah sebuah peristiwa yang amat konkret: Yesaya menghadap raja Ahas untuk meredakan kegelisahannya. Raja merasa cemas, karena negara-negara tetangga Israel hendak menempatkan di Yerusalem seorang raja baru, kaki tangan mereka sendiri. Sayangngnya, Ahas tidak percaya pada nabi. Ia malahan tidak mau menerima tanda yang akan membenarkan keaslian nubuat nabi (ay 12), termasuk tanda Imanuel sekali pun (ay 14).
  3. Cukup meyakinkan pendapat, bahwa nabi berpikir mengenai kelahiran seorang putera raja Ahas, yang dalam waktu tidak lama akan dilahirkan seorang ‘perempuan muda’, yaitu oleh salah satu gundik sang raja. Ini tidak berarti bahwa pengharapan nabi akan Mesias terbatas pada putera wanita itu saja. Sebab intisari nubuatnya harus dicari dalam hal lain: Imanuel diperkenalkan sebagai tanda kesetiaan Tuhan. Iman berlandaskan kesetiaan itu.
  4. Dalam hal apakah umat Allah masa mendatang akan berbeda dengan umat Allah masa lampau? Umat yang baru itu akan tumbuh atas dasar iman. Ia tidak akan mencari tumpuannya dalam hak-hak istimewa sebagaimana umat dahulu yang demikian teperdaya oleh kebanggaannya sebagai bangsa istimewa.

Luk 1:26-38 – “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”