169. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi (23:2-7)

Turutilah dan lakukanlah … yang mereka ajarkan – 23:3
Kalau pemegang kuasa tidak hidup sesuai dengan penggilannya, maka masyarakat pasti hidup dalam ketegangan. Ketegangan itu terungkap dalam ayat 3 ini, “Turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapijanganlah kamu turuti perbuata-perbuatan mereka.” Bagian keduav yat ini (“tetapi janganlah …”) tidak menimbukan kesulitan. Sebab pada akhirny ayat 3, lalu dalam ayat 4-7, disajikan beberapa contoh kelakukan tercela para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Tetapi bagian pertama ayat 3 ini merupakan kesimpulan ari apa yang sudah dikatakan dalam ayat 2: Justru karena menduduki kursi Musa, mereka meresapi pengajaran Musa, sehingga – secara konsekuen – setiap orang Yahudi harus melakukan apa yang mereka katakan.
Dalam Injil Matius terdapat sejumlah perikope yang berisi penolakan terhadap pengajaran ahli-ahli Taurat (contohnya dapat dibaca dalam Mat 12:1-13 <pemetikan gandum dan penyembuhan pada hari Sabat>, dalam Mat 5:1-20 <tradisi Yahudi> dan dalam Mat 16:5-12 <tentang ragi orang-orang Farisi dan Saduki>). Namun, penolakan terhadap ajaran tertentu tidak searti dengan penolakan wibawa profesional pimpinan spiritual Yahudi itu. Kalau pimpinan spiritual, yang semasa kehidupan Matius dipegang oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, tidak mengajar semestinya, maka ajaran mereka tentu saja tetap harus ditolak. Sebab dengan mengajar tidak semestinya, mereka otomatis tidak menduduki kursi Musa lagi.

Mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya – 23:3
Semakin tinggi tanggung jawab ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, semakin berat pula kesalahan mereka. Dengan berkata, Mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya, Matius mempersiapkan lanjutan tulisannya. Kalimat ini singkat sekali, tetapi di dalamnya terungkap keyakinan Matius: Perbuatan manusia harus sesuai dengan pengajarannya, tindakan harus sinkron dengan bicara (Mat 5:19; 7:15-17). Sayang sekali, pimpinan spiritual Yahudi tidak menerapkan logika dasarian ini dalam hidup mereka!