164. Perintah utama (22:34-38)

Terutama dalam hukum Taurat – 22:36
Dengan mengajukan pertanyaan, Hukum manakah yang terutama dalam Hukum Taurat, ahli Taurat dalam teks ini ingin menguji Yesus. Ia mempertanyakan perintah utama dalam Hukum, yaitu dalam Taurat. Ia mau tahu apa kehendak Allah, hukum-Nya, keputusan-Nya. Ia mau tahu bagaimana ia harus berlaku sebagai orang Yahudi yang beriman dan baik. Karena ditanya mengenai perintah Hukum, maka Yesus pun mengutip Hukum.

Kasihilah Tuhan, Allahmu – 22:37
Teks yang dikutip oleh Yesus, tercantum dalam kitab Ulangan 6:5. Orang-orang Yahudi mendaraskannya dua kali sehari dalam rangkap mengucapkan Credo mereka yang mulai dengan kata “Dengarlah” (I:Syema). Perintah kasih itu didahului dengan penegasan bahwa Yahweh, dan hanya Yahweh adalah Tuhan. Yahweh telah membuktikan kuasa-Nya dengan membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir
Dengan menganugerahkan sebuah negeri kepadanya. Namun, sebagai balasan, Yahwe menuntut pula lsupaya umat-Nya memelihara semua perintah-Nya dan “menempuh jalan” yang sesuai dengan kehendak-Nya. Relasi timbal balik antara Allah dengan umat-Nya itu sering kali digambarkan oleh para nabi sebagai relasi kasih. Konsep ini mempengaruhi pula teks Ul 6:5, “Kasihilah Tuha, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.”
Ungkapan Tuhan, Allahmu sebaiknya dipahami begini: Tuhan ialah Allah yang Anda sembah dalam ibadah.

Segenap hatimu … jiwamu … akal budimu – 22:37
Di sini disebut tiga kata yang berbeda-beda bunyinya, namun ketiga-tiganya sesungguhnya melambangkan keseluruhan jati diri manusia. Berbeda dengan orang-orang Yunani yang suka membedakan beberapa “bagian” dalam diri manusia, bangsa Yahudi selalu memandang manusia sebagai satu keseluruhan yang utuh. Maka, tidak salah bila “mengasihi dengan segenap hati, jiwa, dan budi” diungkapkan begini: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dalam apa saja yang Anda rasakan, pikirkan, dan lakukan!

Itulah perintah yang terutama dan yang pertama – 22:38
Dalam jawaban-Nya, Yesus menggabungkan kata utama (ay 36) dengan kata pertama. Dalam konteks ini, kata pertama dapat diartikan “paling penting.”