163. Perintah utama (22:34-38)

Orang-orang Farisi … Saduki – 22:34
Bacalah komentar pada Mat 3:7

Membuat orang-orang Saduki bungkam – 22:34
Jawaban Yesus begitu rupa sehingga orang-orang  Saduki tidak tahu apa lagi yang dapat mereka katakan.

Berkumpullah mereka – 22:34
Farisi dan Saduki datang menghadap Yesus sebagai kelompok.

Seorang dari mereka, – seorang ahli Taurat – 22:35
Tidak dalam semua naskah kuno pada nas ini tercatat bahwa Yesus ditanya oleh seorang ahli Taurat. Inilah sebabnya ungkapan ini di sini ditempatkan dalam tanda – … -. Namun, harus diakui bahwa dalam perikop-perikop paralelnya (yaitu dalam Mrk 12:28-31 dan dalam Luk 10:25-28), Yesus memang ditanya oleh seorang ahli Taurat. Tetapi, dalam masing-masing perikop yang sejajar itu, motivasi ahli itu berbeda-beda. Menurut Injil Markus, ahli Taurat maju untuk bertanya, setelah ia mendengar jawaban jitu Yesus atas masalah yang dikemukakan kepada-Nya oleh kaum Saduki. Ahli itu tampakn
ya bersimpati pada Yesus. Menurut Injil Lukas, ahli Taurat maju untuk mencobai Yesus, sambil mengajukan pertanyaan, “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?,” dan ia sendiri – karena ditanya oleh Yesus mengenai “apa yang tertulis dalam Hukum Taurat,” mengutip perintah Hukum yang utama. Lalu untuk “membenarkan dirinya,” ahli itu mengajukan pertanyaan baru, yaitu, “Dan siapakah sesamaku manusia?” (Luk 10:29). Ahli dari teks Lukas itu tampaknya tidak bersikap anti Yesus.
Dalam bacaan ini ditampilkan ahli Taurat yang tampaknya agresif. Yesus langsung mnanggapi pertanyaannya, dan dengan demikian membungkamnya. Sikap agresif itu, biarpun tidak ditonjolkan, kiranya menjadi alasan bagi Matius untuk mengisi bab selanjutnya dengan kecaman-kecaman Yesus terhadap ahli-ahli kitab.

Mencobai Dia – 22:35
Dilihat dari sudut keseluruhan konteksnya, kata mencobai yang muncul di sini  dapat pula diiterjemahkan “menjebak.”

Guru – 22:36
Dengan cara sama Yesus disapa dalam 22:16 dan 24; (14:28).

Perintah manakah yang terutama – 22:36
Dalam Injil Markus, ahli Taurat mempertanyakan perintah pertama, lalu Yesus menjawab: Kasih kepada Allah, sebab Dialah Tuhan. Tetapi perintah pertama itu langsung ditambah dengan perintah kedua mengenai kasih kepada sesama manusia. Dari jawaban Yesus ini dapat disimpulkan bahwa semua ketetapan agama (misalnya, pengudusan hari Sabat, pembasuhan tangan sebelum makan, dll.) merupakan semacam penjabaran perintah  pertama itu. Semua perintah itu lebih penting daripada perintah kasih kepada sesama.
Dalam teks Matius ini, ahli mempertanyakan perintah yang utama, sebab para ahli memang memperdebatkannya. Di kalangan Yahudi secara tradisional diajarkan bahwa Taurat berisi 613 ketetapan, dengan rincian:  248 perintah positif dan 365 larangan, yang akhirnya dibagi menjadi dua kelompok: Berat dan ringan. Maka, para ahli Yahudi biasa bertanya-tanya, “Tidak adakah suatu perintah utama yang mencakup segala perintah yang lain?” Menurut Rabi Hillel (tahun 20 sM), perintah utama dapat dirumuskan begini, “Apa yang Anda tidak mau terjadi pada Anda, jangan lakukan itu kepada sesama Anda. Inilah ringkasan seluruh Hukum. Sisanya hanyalah penjelasannya.”