162. Ada Satu Kasih Saja (Mat 22:34-40)

Yesus dijebak
Para lawan Yesus terus mencari akal untuk menjebak Yesus. Mereka berharap bahwa dengan demikian mereka akan mempunyai alasan untuk mendakwa Yesus, lalu menyingkirkan-Nya.
Semua jebakan terdahulu ternyata gagal. Para imam kepala dan para tua-tua tidak tahu apa yang harus mereka jawab atas pertanyaan Yesus yang dikutip dalam Mat 21:25, “Dari manakah baptisan Yohanes? Dari surga atau dari manusia? Murid-murid orang Farisi yang didampingi oleh para pendukung Herodes tidak berhasil pula menjebak Yesus lewat pertanyaan tentang pajak, “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” (22:17). Perdebatan kaum Saduki dengan Yesus mengenai hukum levirat, berbalik memukul mereka sendiri, sesuai dengan catatan Matius, “Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya” (22:33).

Apa pendapatmu tentang Mesias?
Usaha orang-orang Farisi yang mempertanyakan perintah utama merupakan usaha terakhir mereka untuk menjatuhkan Yesus. Tetapi, langsung sesudahnya, justru Yesus sendiri mengajukan pertanyaan serius, “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Pada akhir pertemuan itu Matius mencatat, “Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya” (22:42.46).
Inilah konteks bacaan ini. Isinya pada umumnya dikenal baik, tetapi karena dianggap sudah dikenal, mungkin jarang direnungkan secara mendalam.

Pembagian teks ini
Teks ini mencakup dua bagian:
22:34-38   Perintah utama;
22:39-40   Perintah kedua.