Rabu, 08 Desember 2021 ; HR SP MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

C-011 – Kej 3:9-15 – “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi” (ay 10)

TIDAK ADA YANG HILANG; SELURUH MASA DEPAN TERBUKA BAGI MANUSIA

  1. Doa asal, yang dilakukan manusia pertama di taman firdaus, disusul dengan beberapa firman kutukan. Allah menghukum ular (ay 14-15), lalu wanita (ay 16), akhirnya pria (ay 17-19).
  2. Penyusun kisah ini berpendapat, bahwa dalam kutukan-kutukan tersebut tercakuplah semua derita dan malapetaka, yang dialami manusia dalam hidupnya di bumi. Tetapi semua malapetaka itu dicampuradukkan oleh penyususn kisah ini. Ia tidak membedakan antara penderitaa yang jelas berkaitan dengan kehidupan manusia sendiri dan penderitaan yang diakibatkan oleh dosa. Orang zaman itu belum menyadari, bahwa satu-satunya malapetaka yang benar-benar gawat ialah kesombongan manusia yang berpretensi menjadi serupa dengan Allah (ay 22).
  3. Walaupun demikian, kisah yang kuno dan suram ini disinari pula cahaya pengharapan (ay 15): Pada suatu hari, kemalangan akan diatasi dan dikalahkan. Sejarah keselamatan sudah mulai dirintis. Maka terbukalah bagi manusia kemungkinan untuk menyelidiki kembali sejarah ‘asal-usulnya.’ Dalam tata sejarah manusia tidak ada takdir yang tidak dapat diatasi.

Luk 1:26-38 – “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”