160. Membayar pajak (22:15-19)

Orang-orang Farisi – 22:15
Dalam teks ini Matius menampilkan orang-orang Farisi, padahal dalam 21:23.45, ia berbicara tentang imam-imam. Menurut Injil Markus, Yesus hendak dijebak oleh “beberapa orang Farisi dan Herodian” (Mrk 12:13).
Mengenai orang Farisi, bacalah komentar pada Mat 3:7

Menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan – 22:15
Orang-orang Farisi berharap bahwa jawaban Yesus atas pertanyaan mereka akan menjadi jebakan bagi-Nya.

Menyuruh murid-murid mereka bersama-sama para pendukung Herodes – 22:16
Orang-orang Farisi mewakili salah satu partai keagamaan terpenting Yahudi. Mereka sangat konservatif dan tidak senang dipaksa membayar pajak kepada penguasa asing.
Para pendukung Herodes bukan partai keagamaan. Mereka sangat mendukung dinasti Herodes sebagai pimpinan dan dengan demikian mendukung pula kuasa Roma di Palestina. Jadi, kedua kelompok ini sesungguhnya mewakili dua sikap yang bertentangan satu sama lain. Namun, menurut kisah ini, para wakil partai agama dan partai pendukung Herodes bersatu untuk menjebak Yesus.

Guru – 22:16
Untuk pertama kalinya dalam Injil Matius, Yesus disapa guru dalam Mat 8:19 (selanjutnya dalam Mat 12:38; 19:16; 22:16.24.36). Yesus disapa demikian sebab Ia sering mengartian Hukum Yahudi.

Engkau seorang jujur – 22:16
Pernyataan ini diterapkan pada Yesus sebagai guru: Ia mengajarkan kebenaran.

Dengan jujur mengajarkan jalan Allah – 22:16
Aslinya, Mengajar jalan Allah dalam kebenaran. Kalimat ini dapat dipahami dengan beberapa cara, a.l, “Kepada setiap orang Engkau jelaskan bagaimana ia harus hidup sesuai dengan kehendak Allah,’ atau, “Engkau sungguh-sungguh mengajarkan hidup yang benar menurut pandangan Allah.” Tetapi, barangkali yang paling tepat ialah interpretasi, “Engkau mengajarkan kebenaran mengenai kehendak Allah terhadap manusia.”

Tidak takut kepada siapa pun juga – 22:16
Tidak mempedulikan dirinya sendiri di hadapan siapa pun – beginilah bunyi teks aslinya. Tetapi, artinya kurang lebih begini: “Engkau tidak membiarkan diri dipengaruhi oleh siapa pun,” atau, “Engkau tidak dipengaruhi oleh pendapat orang mengenai diri-Mu.”

Engkau tidak mencari muka – 22:16
Dalam mengemukakan pendapat-Nya, Yesus tidak memusingkan status orang. Ia selalu mengemukakan kebenaran, baik di hadapan orang “penting” maupun “tidak penting” menurut ukuran masyarakat.

Diperbolehkan mambayar pajak kepada Kaisar – 22:17
Pertanyaan ini dapat dipahami dengan dua cara: 1) Umum: “Tepatkah kalau pajak itu dibayar?”, 2) Khusus, berkaitan dengan Hukum Yahudi: “Bolehkah kami membayar pajak kepada Kaisar, (gelar kaisar diberikan kepada penguasa Roma zaman itu), kalau hal ini ditinjau dari sudut Hukum Allah?”
Sesudah memuji Yesus, para penanya minta pendapat-Nya dalam hal pembayaran pajak. Mereka tentu yakin bahwa jawaban positif akan merugikan wibawa Yesus dalam pandangan masyarakat, sedangkan jawaban negatif dapat menjadi alasan Yesus ditangkap oleh penjajah. Dalam Injil Markus, pertanyaan ini ditambah dengan satu kalimat lagi, yaitu, “Haruskah kami bayar atau tidak?” Dalam Injil Matius hanya ada satu pertanyaan, tetapi jawaban Yesus mencakup pula pertanyaan kedua yang terdapat dalam Injil Markus.
Seperti sudah dijelaskan dalam Pengantar, pertanyaan ini mengacu kepada keharusan pembayaran pajak. Namun, pertanyaan ini penting pula sehubungan dengan kemesiasan Yesus. Kalau Yesus memberi jawaban positip, yaitu, “Bayarlah!,” maka dengan sendirinya Ia tidak akan dipercayai lagi oleh rakyat sebagai Mesias.

Mengetahui kejahatan hati mereka – 22:18
Dalam teks ini memang muncul kata kejahatan, tetapi maksudnya “rencana jahat,” “tujuan jahat” (untuk pertama kalinya Matius menggunakan kata ini dalam 5:11).

Megapa knamu mencobai Aku – 22:18
Kata mencobai muncul lagi dalam 22:35. Tetapi, Matius dalam Injilnya menegaskan bahwa yang mencobai Yesus ialah Iblis (Mat 4:1.3) atau orang-orang Farisi (Mat 16:1; 19:3; 22:18).

Orang-orang munafik – 22:18
Kata munafik, aslinya mengacu kepada aktor yang memainkan suatu peranan. Dalam PL berbahasa Yunani (Septuaginta), kata ini diterapkan pada orang yang tidak baik. Dalam “Madah-madah Salomo” yang disusun oleh orang-orang Farisi, kata ini diterapkan pada partai Saduki.

Namun, dalam kitab-kitab Injil, kata ini selalu mengacu kepada orang yang berpura-pura baik saja, namun sesungguhnya jahat. Kata ini sering sekali dipakai oleh Matius (Mat 6:25.16; 7:5; 15:7; 22:18; 23:13.15.23.25.27.29; 24:51. Di luar Injil Matius, kata ini muncul empat kali saja, yaitu dalam Mrk  7:6; Luk 6:42; 12:56; 13:15).

Tunjukkanlah … matya uang untuk pajak itu – 22:19
Pajak dibayar dengan uang bernama dinar yang dibuat dari perak. Pada uang itu tercetak wajajh kaisar serta tulisan “Tuhan dan imam agung.”