Selasa, 07 Desember 2021 ; Pw St. Ambrosius, UskPujG

C-010 – Yes 40:1-11 – “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!”

JALAN YANG SAMA DAPAT MENJAUHKAN ATAU MENDEKATKAN SEORANG DENGAN SEORANG

  1. Nabi berseru kepada iman dan hati saudara-saudara sebangsanya yang berada di pembuangan ataupun menetap di Palestina (ay 2). Mereka boleh saja bekerja sama dengan orang-orang Persia untuk membangun jalan yang bermula di Timur dan melintasi padang gurun (ay 4)! Siapa tahu, mungkin saja jalan itu akan menjadi bagi para buangan jalan kembalinya mereka ke negeri asalnya, jalan menuju kemuliaan Allah yang lebih besar (ay 5)?
  2. Namun dalam teks ini tercermin kebimbangan yang senantiasa merasuki harapan orang-orang Yahudi. Hal ini nyata dari hal-hal yang turut dibahas dalam teks ini. Nabi bicara mengenai kabar baik dan suka-cita (ay 9), mengenai kelembutan hati dan perhatian penuh sayang (ay 11), tetapi juga mengenai penghakiman dan kekerasan (ay 10).
  3. Pantas diperhatikan, bahwa Yohanes Pembaptis, nabi yang suka melontarkan ancaman-ancaman, akan mengutip ayat 10 dari teks ini, sedangkan Yesus yang berhati lembut, akan mengutip ayat 5 dan 11.
  4. Dan bagaimana halnya sekarang? Cukup yakinkah orang-orang Kristen, bahwa kemahakuasaan Allah menyatakan diri dalam kelembutan dan perhatian penuh sayang, bukannya dalam pameran kuasa atau tindakan kekerasan, yang demikian lazim di kalangan umat manusia?

Mat 18:12-14 – “Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang”