154. Amanat

Apa yang mau disampaikan Matius melalui perumpamaan ini? Dari satu pihak Matius menggambarkan sikap Allah dan Yesus terhadap situasi baru yang timbul dengan datangnya Kerajaan Allah ke dalam bumi. Dalam diri pimpinannya yang resmi, umat Yahudi diundang menghadiri perjamuan penyelamatan yang penuh sukacita. Tetapi, karena mereka tidak mau datang, undangan itu berubah menjadi bagi mereka sebuah malapetaka. Lalu undangan itu meluas kepada orang-orang yang kebetulan dijumpai, yang sama sekali tidak pernah menduganya. Orang-orang yang kebetulan dijumpai itu melambangkan sisa umat Yahudi (masyarakat rendahan namun saleh) serta orang-orang kafir. Allah memang memberi anugerah-Nya dengan kasih berlimpah.

Tetapi, lewat perumpamaan ini Matius ingin menyampaikan juga ajaran kepada mereka yang sudah menerima Injil, yaitu komunitas para pengikut Yesus. Mereka harus waspada supaya jangan berpikir bahwa karena telah dipanggil dan karena telah menaggapi Injil, mereka pasti akan selamat. Tidak cukup mengakui nama Yesus untuk mauk ke dalam komunitas-Nya. Pengikut Yesus harus mengenakan pakaian pesta, artinya melaksanakan karya yang dituntut oleh kebenaran (Mat 7:21). Jadi, “orang dalam” pun suatu ketika dapat saja dibuang ke luar!

Pembagian teks ini
Secara rinci, isi perumpamaan ini dapat dibagi:

22:1-7     Undangan yang ditolak dan akibatnya;
22:8-10   Undangan yang tidak direncanakan dan akibatnya’;
22:11-13 Seorang undangan tanpa pakaian pesta;
22:14      Kesimpulan umum.