153. Orang Dalam pun Dapat Disingkirkan (Mat 22:1-11)

(bacalah perikop ini dengan bagik dan cermat!)

Konteks perdebatan
Matius menempatkan perumpamaan ini dalam konteks perdebatan-perdebatan yang harus dihadapi oleh Yesus pada hari-hari terakhir tinggal-Nya di kota Yerusalem (Mat 21:1-25:46).
Inilah yang terakhir dari tiga perumpamaan yang saling menyusul dan bernada polemik. Isinya utama ialah peringatan keras yang disampaikan Yesus kepada para pemimpin Yahudi (bacalah juga perumpamaan tentang dua anak, Mat 21:28-32, danperumpamaan tentang para penggarap jahat di kebun anggur, Mat 21:33-46).

Dalam Injil Matius dan Lukas
Perumpamaan yang serupa dapat dibaca dalam Luk 14:16-24.
Matius bercerita tentang seorang raja yang mengadakan pesta nikah bagi putranya. Lukas – tentang seorang kaya yang mengadakan perjamuan. Menurut Matius, raja mengutus banyak hamba kepada para undangan, dan dua kali mereka menolak datang. Menurut Lukas, tugas ini dipercayakan kepada seorang hamba saja dan dilakukan sekali saja. Matius merinci jenis makanan: Lembu jantan dan ternak gemuk. Lukas bicara secara umum bahwa semuanya sudah siap.
Menurut Matius, untuk pertama kalinya para undangan menolak secara umum saja. Baru untuk kedua kalinya, alasan penolakan itu dirinci (pergi ke ladang, pembelian 5 pasang lembu, pernikahan. Menurut Matius, para hamba disiksa oleh para undangan, sehingga raja marah, membunuh para undangan dan menghancurkan kota mereka. Hal yang serupa tidak disebut dalam teks Lukas.
Undangan yang ditujukan kepada orang-orang yang dijumpai di jalanan, yang baik maupun jahat, hanya disebut dalam teks Matius. Menurut teks Lukas, para hamba akhirnya sebanyak dua kali disuruh pergi lagi oleh tuannya. Pertama kali, untuk mengundang orang miskin, cacat, buta dan lumpuh, sedangkan kedua kalinya, untuk membawa ke perjamuan siapa saja yang dijumpai di jalanan.
Isi ayat 11-14 yang dapat dibaca dalam teks Matius, tidak punya paralelnya dalam Injil Lukas.

Amanat …