Senin, 29 Nopember 2021

C-002 – Yes 2:1-5 – “Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya” (ay 3)

MENYINGKIRKAN SIKAP PARTIKULARISME DAN KESOMBONGAN

  1. Bukit Sion, yang tidak tinggi itu, terlihat oleh Yesaya berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bumi (ay 2). Dalam visi nabi ini terwujudlah impian orang yang dahulu kala membangun menara Babel. Tetapi berkat apakah bukit Sion itu terangkat ke atas bumi? Apakah karena usaha manusia sendiri yang memandang dirinya sebagai makhluk yang serba mampu? Bukan! Pengangkatan itu terjadai berkat persekutuan manusia dengan Allah.
  2. Namun pengangkatan ini harus ditebus dengan harga yang tinggi. Sebagai imbalannya Sion harus menanggalkan dua sikap yang merongrongnya dari dalam, yaitu partikularisme yang picik serta kesombongan. Hanya dengan demikianlah Sion akan dapat dihampiri oleh semua bangsa (ay 3). Dengan mengatasi partikularisme, Sion akan mampu memperkenalkan kepada bangsa-bangsa dunia suatu ibadah rohani serta pengenalan akan Allah yang tidak dirasuki unsur-unsur formalisme (ay 4). Dengan caranya sendiri pula Sion akan ikut serta dalam usaha menciptakan serta menegakkan perdamaian di antara segala bangsa.

Mat 8:5-11 – “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel”