152. Kerajaan Allah akan diambil dari kamu (21:40-43)

Apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap – 21:40
Pertanyaan ini ditujukan oleh Yesus kepada para pendengar-Nya. Dalam teks Markus pertanyaannya lain, “Apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu?”, dan tidak ditujukan kepada para pendengar. Teks Lukas lain lagi, yaitu, “Apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu dengan mereka?” Dengan membandingkan ketiga teks berbeda ini, para komentator berkesimpulan bahwa tekanannya pada apa yang akan terjadi setelah tuan kebun anggur itu datang kembali.

Kata mereka – 21:41
Para pendengar Yesus sendiri, yaitu para imam kepala, yang lewat perumpamaan ini ditunjuk oleh Yesus sebagai orang jahat, menentukan hukuman yang pantas ditimpakan pada para penggarap yang jahat itu. Kalimat, “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu …” hanya terdapat teks Matius ini.

Membinasakan orang-orang jahat itu – 21:41
Ungkapan membinasakan mengacu kepada kematian tanpa belas kasihan (dari pihak majikan) atau kepada kematian yang mengerikan (jenis kematian).

Akan menyerahkan hasilnya … pada waktunya – 21:41
Pernyataan ini tercantum dalam teks Matius saja.

Belum pernahkah kamu baca – 21:42
Ini sebuah pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab, sebab setiap pembacanya yang berpikir sejenak, pasti mengartikannya begini, “Kalian tentu pernah membaca …” (pertanyaan retoris serupa muncul dalam 12:3, 19:4, dan 21:16).

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan – 21:42
Teks ini dikutip dari Mzm 118:22+ menurut versi Septuaginta. Pembaca yang kurang waspada dapat saja berpedapat bahwa kutipan ini tidak cocok dengan isi perumpamaan Yesus. Namun, pendapat ini tidak tepat, bila disadari hal-hal berikut ini: Tuan rumah ialah Allah; para penggarap ialah pimpinan Yahudi yang ditetapkan oleh Allah sebagai pekerja di kebun anggur; para hamba ialah para nabi yang ditolak oleh para pemimpin Yahudi; anak yang dibunuh ialah Yesus sendiri. Menurut kutipan dari kitab Mazmur, para tukang membuang batu yang paling penting dalam pembangunan Bait Suci; hal yang sama menimpa Yesus; Ia dibuang oleh bangsa Israel, padahal Dialah bagian yang terpenting dari tempat kediaman Allah di tengah-tengah umat-Nya.
Kata membuang di sini searti dengan “menganggap tidak bernilai.” Pimpinan Israel memandang Yesus “tidak bernilai” bagi bangsa-Nya.

Batu penjuru – 21:42
Batu penjuru ditempatkan di sudut bangunan, dan batu inilah seolah-olah “mengunci” (dalam arti: menahan) semua batu lain di tempat itu. Tanpa batu “kunci” itu, seluruh bangunan akan rubuh.

Hal itu terjadi dari pihak Tuhan – 21:42
Tuhan sendiri menetapkan Yesus sebagai “batu penjuru/penunjang sudut.” Selanjutnya Yesus ditolak, namun Tuhan tetap memakai Dia yang ditolak itu sebagai “batu-kunci” utama. Hal macam ini hanya dapat dilakukan oleh Tuhan, dan hal ini sungguh menakjubkan bagi manusia beriman.

Kerajaan Allah akan diambil dari kamu – 21:43
Kalimat ini harus dipahami sesuai dengan konteksnya: Israel diistimewakan oleh Allah sebab Allah sendiri menjadi raja mereka, tetapi hak itu akan diambil daripadanya dan diserahkan kepada umat yang menerima Yesus. Kata kamu jelas-jelas mengacu kepada pimpinan bangsa Israel.