151. “Inilah ahli warisnya, mari kita bunuh dia” (21:37-39)

Anaknya – 21:37
Markus bicara tentang “putra yang terkasih” (Mrk 12:6).
Walaupun tidak dapat dipastikan, anak itu kiranya satu—satunya anak tuan itu.

Katanya – 21:37
Tuan bicara kepada dirinya sendiri, dalam batin

Ahli waris – 21:38
Sesudah meninggalnya pemilik, anaknya otomatis menjadi pemilik harta ayahnya. Para penggarap kebun itu berpikir bahwa dengan membunuh anak, sang majikan tidak punya anak lagi yang dapat diangkatnya sebagai pewaris, sehingga warisannya akan jatuh ke dalam tengan mereka.

Melemparkannya ke luar … lalu membunuhnya – 21:39
Teks Markus lain, yaitu “membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu” (Mrk 12:8). Mungkin saja Matius menyesuaikan urutan kejadian ini dengan kematian Yesus. Yesus juga dilemparkan ke luar kota dulu, lalu dibunuh.