150. Tetapi penggarap-penggarap itu … (21:33-35)

Perumpamaan yang lain – 21:33
Tentang perumpamaan, bacalah komentar pada Mat 13:3.
Yesus tetap berbicara kepada imam-imam dan para tua-tua.

Tuan tanah – 21:33
Tuan tanah adalah salah satu kata kesukaan Matius (bacalah komentar pada Mat 13:27).

Membuat pagar sekelilingnya – 21:33
Para pembaca teks ini hendaknya membandingkan isi ayat 33 ini dengan teks Yesaya 5:1-7, yang biasanya diberi judul “Nyanyian tentang Kebun Anggur.” Allah selalu sangat memperhatikan umat-Nya yang di sini digambarkan sebagai “kebun anggur.”

Menggali lubang tempat memeras anggur – 21:33
Tempat memeras anggur digali di dalam cadas yang diisi dengan sebuah wadah yang menampung sari buah anggur yang mengalir ke dalamnya pada waktu anggur diperas.

Menara – 21:33
Menara berperan sebagai tempat jaga terhadap para pencuri dan binatang-binatang liar.

Menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap – 21:33
Para penggarap itu disewa kiranya berdasarkan patokan “bagi hasil” (ay 34). Cara ini dikenal di seluruh dunia.

Berangkat ke negeri lain – 21:33
Boleh disimpulkan bahwa tuan tanah itu adalah seorang asing yang pada suatu hari akan kembali ke negeri, tempat ia membuka kebun anggur.

Hamba-hambanya – 21:34
Menurut teks sejajar dalam Injil Markus, mula-mula majikan mengutus seorang hamba saja. Tetapi, menurut teks ini, ia menyuruh serombongan hambanya kepada para penggarap kebun anggur.

Menerima hasil yang menjadi bagiannya – 21:34
Tuan itu menuntut seluruh hasil panenan. Pembagian hasil diadakan bukan berdasarkan banyaknya buah anggur melainkan berdasarkan banyaknya uang yang diperoleh sesudah anggur dijual.

Menangkap … memukul … membunuh … 21:35
Menurut Injil Markus, hamba pertama ditangkap, dipukul dan disuruh pergi dengan tangan hampa. Menurut teks ini, masing-masing utusan majikan itu diperlakukan dengan cara yang berbeda. Tidak jelas apakah ungkapan melempari dengan batu harus diartikan “membunuh dengan cara merajam” atau “melempari dengan batu” saja.

Hamba-hamba yang lain lebih banyak daripada semula – 21:36
Para komentator ayat ini berpendapat bahwa kelompok kedua para hamba melambangkan para utusan Allah yang berbicara kepada Israel sesudah Pembuangan Babel. Biarpun Israel sudah mengalami kepahitan pembuangan, namun sikap mereka terhadap Allah pada dasarnya tidak berubah.

Leave a Reply