149. Kerajaan Akan Diambil dari Padamu(Mat 21:33-43)

(bacalah perikop ini terlebih dahulu!)

Tiga perumpamaan
Dalam Mat 21:28-22:11 tersaji tiga perumpamaan

  1. Mat 21:28-32 – tentang dua anak; ternyata mereka yang seharusnya menerima amanat Yohanes dengan percaya, tidak mau mendengarkannya;
  2. Mat 21:33-43 – mengenai para penggarap yang bekerja bagi seorang tuan tetapi ternyata memberontak terhadap dia, bahkan membunuh anaknya (perumpamaan inipaling penting);
  3. Mat 22:1-14 – mengenai pesta nikah; perumpamaan ini terarah ke masa depan bangsa Israel: Yerusalem, kota kebanggan mereka, akan dihancurkan; orang percaya, harus setia kepada panggilannya.
    Dalam ketiga perumpamaan ini menonjol dalam tiga hal: Bertambahnya kejahatan, hukuman, serta pelaksanaan hukuman.

Tiga “edisi” perumpamaan ini
Perumpamaan tentang para penggarap kebun anggur ini sejajar dengan yang dapat dibaca dalam Injil Markus (12:1-12) dan Lukas (20:9-19). Namun, antara ketiganya terdapat cukup banyak perbedaan. Di bawah ini disebut sejumlah perbedaan antara teks Matius dengan teks Markus.

  1. Perumpamaan Injil Markus, tuan kebun anggur berturut-turut mengutus tiga hambanya untuk menagih hasil dari kebunnya. Sesudahnya ia mengutus “banyak lain lagi.” Matius sejak awalnya bicara tentang banyak hamba tanpa menyebut jumlahnya, tetapi untuk kedua kalinya, ia menegaskan bahwa kelompok kedua mencakup lebih banyak daripada yang semula. Boleh disimpulkan bahwa Matius memikirkan banyak utusan Allah terutama para nabi, yang telah diutus Allah kepada bangsa pilihan-Nya.
  2. Menurut Injil Matius, semua penggarap kebun anggur bersikap kejam. Tetapi menurut Markus, sikap kejam mereka semakin meningkat dari hari ke hari. Maka, teks Matius hendak menggambarkan sikap Israel pada umumnya terhadap para nabi: Para nabi ditindas, disiksa, bahkan dibunuh.
  3. Menurut teks Markus, perutusan anaknya oleh tuan harus dilihat dalam konteks bertambahnya sikap kejam para penggarap kebun anggur. Anak itu adalah pembawa amanat terakhir sesudah tiga hamba dan sekelompok hamba lain tidak menerima apa-apa dari para penggarap. Matius bicara tentang dua kelompok hamba dan jelas-jelas mengkontraskannya dengan anak. Dengan cara itu Matius hendak menegaskan bahwa “hamba-hamba” yang datang dulu adalah para nabi, tetapi anak adalah Yesus-Mesias. Anak itu dibunuh juga, tetapi karena ia anak, maka bapaknya bertanya, “Apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” Pertanyaan ini sesungguhnya diajukan oleh Yesus kepada para pendengar-Nya, yaitu kepada imam-imam dan para tua-tua ataupun orang-orang Farisi, dan mereka menanggapinya. Tetapi, hanya Matius menegaskan bahwa tuan itu akhirnya akan menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lain yang akan menyerahkan kepadanya hasil pada waktunya. Dengan demikian dalam teks Matius ditegaskan bahwa masalahnya bukan hanya menghasilkan buah, melainkan menghasilkan buah pada waktunya.
  4. Perbedaan paling besar antara kedua teks Injil ini terdapat dalam ayat penutup perumpamaan versi Matius, “Kerajaan Allah akan diambil dari kamu, dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” Dalam ucapan ini Yesus tidak memakai gaya perumpamaan lagi. Ia menyatakan apa yang akan terjadi dalam sejarah yang nyata. Maka seluruh perumpamaan dapat dipandang sebagai ringkasan sejarah nyata, yaitu sejarah penyelamatan. Ada Tu (h)an, ada musim buah, para hamba diutus, mereka diperlakukan secara kejam, akhirnya datang anak; sesudahnya majikan mengangkat orang-orang lain sebagai penggarap kebun anggur. Dalam sejarah itu tampaknya ada kegagalan demi kegagalan. Namun, ada juga permulaan baru dan umat baru!

Peringatan bagi pengikut Yesus
Isi utama perumpamaan ini merupakan suatu peringatan keras bagi umat yang mengikuti Yesus. Yesus memberitakan rencana Allah. Tetapi, para pendengar-Nya tidak mempedulikannya, sehingga akhirnya mereka tidak masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Nasib ini dapat menimpa setiap orang Kristen, jika mereka bersikap dan berlaku seperti orang-orang Yahudi tertentu yang hidup sezaman dengan Yesus. Kebenaran para pengikut Kristus harus melampaui kebenaran para ahli Taurat dan kaum Farisi (Mat 5:20)! Ajaran ini tetap aktual.

Leave a Reply