148. Pemungut cukai dan perempuan pelacur (21:31-32)

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu – 21:31
Ini sebuah rumusan meriah (bacalah komentar pada Mat 5:18)

Pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur – 21:31
Kedua kelompok manusia ini dipersatukan dalam PB di sini saja dan dalam ayat 32. Bangsa Yahudi yakin bahwa kedua kelompok ini tidak akan diikutsertakan dalam Kerajaan Allah.
Tentang pemungut cukai, bacalah komentar pada Mat 5:46

Mendahului kamu – 21:31
Yesus menegaskan bahwa para pemungut cukai dan para pelacur akan masuk ke dalam Kerajaan Allah sebelum imam-imam dan para tua-tua, atau malah akan mengisi tempat yang sebelumnya disediakan bagi imam-imam dan para tua-tua. Kata Yunani yang muncul di sini memang dapat diartikan dengan kedua cara ini.

Kerajaan Allah – 21:31
Biasanya Matius bicara tentang Kerajaan Surga (bacalah komentar pada Mat 3:2).

Sebab – 21:32
Kata sebab ini sangat penting, karena kalimat yang menyusulnya berisi penjelasan Yesus tentang alasan mengapa para pemungut cukai dan para pelacur akan mauk ke dalam Kerajaan Allah.

Yohanes – 21:32
Maksudnya, Yohanes Pembaptis. Ia tidak datang secara khusus kepada imam-imam Yahudi, sebagaimana dapat disimpulkan dari bunyi kalimat ini, melainkan kepada seluruh bangsa Yahudi.

Menunjukkan jalan kebenaran – 21:32
Tentang arti kata kebenaran bacalah komentar pada Mat 3:15.
Yohanes datang menunjukkan jalan kebenaran, artinya menunjukkan jalan tepat yang harus ditempuh manusia untuk sampai kepada Kerajaan Allah.

Kemudian kamu tidak menyesal – 21:32
Penutup ini mengandung ironi. Para pendosa publik tahu bahwa mereka memerlukan pertobatan. Para pemimpin, sebaliknya, berkeyakinan bahwa mereka sudah benar, sehingga tidak perlu bertobat.

Meskipun kamu melihatnya – 21:32
Imam-imam dan tua-tua melihat bahwa para pemungut cukai dan pelacur percaya, namun mereka sendiri tidak mau berubah pikiran (ay 29). Padahal untuk dapat percaya, manusia harus berani meninggalkan pola pikirnya sendiri.

Leave a Reply