147. Perumpamaan tentang dua anak (21:28-31a)

Apakah pendapatmu – 21:28
Pertanyaan, Apakah pendapatmu, (pertanyaan yang sama muncul juga dalam 17:25 dan 18:12) mempersiapkan para pendengar akan perumpamaan yang sebentar lagi akan dikemukakan oleh Yesus.

Seorang mempunyai dua anak laki-laki – 21:28
Bunyi kalimat ini menimbulkan kesan bahwa ini kisah nyata. Biarpun usia kedua anak ini tidak diberitahukan, mudah disimpulkan bahwa mereka bukan anak kecil lagi.
Dalam perumpamaan ini Yesus tidak membedakan orang-orang Yahudi dari orang-orang asing, tetapi dua tipe orang Yahudi dari orang-orang asing, tetapi dua tipe orang Yahudi, yaitu pimpinan yang tidak beriman dan orang banyak/massa yang beriman (ay 31), Israel sejati dan Israel palsu. Orang-orang asing dapat dimasukkan ke dalam kelompok para pendosa yang beriman.

Anak yang sulung – 21:28
Tidak dapat dipastikan bahwa anak yang disebut pertama ini lebih tua usinya. Namun, menurut adat dan budaya Yahudi, anak yang lebih tua kiranya lebih dulu didekati oleh ayahnya.

Anakku – 21:28
Sapaan ini sangat mesra (Mat 9:2).

Aku tidak mau – 21:29
Jawaban ini mengandung penolakan mutlak.

Ia menyesal – 21:29
Ungkapan menyesal muncul juga dalam ayat 32; dalam Mat 27:3 diterapkan para Rasul Yudas. Ini bukan “sesal” dalam arti bertobat sempurna, sehingga dapat diterjemahkan, “berubah pikiran” juga.

Baik, Bapa – 21:30
Aslinya, Ya Tuan (bacalah komentar pada Mat 7:21). Jawaban ini sangat ramah.

Siapakah … melakukan kehendak ayahnya – 21:31
Menurut keyakinan Matius, iman yang melakukan, artinya taat, adalah bukti yang menentukan. Para pemungut cukai dan pertempuan-perempuan pelacur termasuk kelas Yahudi yang biasa disebut am ha-ares, yaitu pendosa najis dan bodoh. Namun, secara paradoksal, justru “am ha-ares” akan masuk ke dalam Kerajaan Allah selum orang-orang lain! Inilah intisari Injil.

Jawab mereka – 21:31
Dalam teks ini tidak dijelaskan, siapakah mereka itu. Tetapi, dari keseluruhan konteks mudah disimpulkan bahwa mereka itu para imam dan tua-tua yang disebut sebelumnya, dalam ayat 23.

Leave a Reply