146. Iman Mengandaikan Ketaatan (Mat 21:28-32)

Iman mengandaiakan ketaatan
Apa pesan utama perumpamaan ini? Lewat perumpamaan ini Matius hendak menegaskan bahwa ketaatan bukan soal berkata YA, melainkan soal melakukan apa yang diminta. Manusia wajib taat kepada kehendak Allah sebagaimana kehendak itu tampil di hadapannya pada saat tertentu. Kalau pada saat tertentu itu manusia tidak taat, dengan dalih “saya harus melaksanakan ketetapan hukum,” padahal ketetapan itu bukan dari Allah asalnya maka manusia gagal melaksanakan kehendak Allah.
Dilihat secara menyeluruh dapat disimpulkan, bahwa ketaatan berhubungan erat dengan iman-kepercayaan, dan soal ketaatan menjadi masalah utama perumpamaan ini.  Ketaatan memang tidak sama dengan percaya, tetapi iman mengandaikan ketaatan. Manusia tidak mungkin taat kepada Allah, kalau ia tidak menerima perkataan utusan-Nya. Ketaatan adalah jawaban atas sapaan Allah. Orang taat kepada-Nya, jika ia percaya akan sabda-Nya yang menawarkan kehidupan, yaitu kerajaan-Nya.

Pembagian teks ini
Teks ini dapat dibagi sebagai berikut:
21:28-31a – Perumpamaan tentang ua anak;
21:31b-32 – Pemungut cukai dan perempuan pelacur.

Leave a Reply