143. Reaksi penduduk Yerusalem (21:10-11)

Gemparlah seluruh kota itu – 21:10
Kata gempar yang dipakai di sini oleh Matius biasanya dipakainya sehubungan dengan taufan atau gempa bumi (Mat 27:51; 28:4; 8:24). Ketika Yesus masuk ke Yerusalem sebagai Raja-Mesias, semua penduduknya gempar. Perasaan/sikap manusia terhadap Yesus ini sudah dinubuatkan sejak kelahiran-Nya (Mat 2:3). Manusia harus mengambil sikap jelas terhadap Yesus, dan hal ini selalu menimbulkan kegemparan. Dalam ayat ini disebut seluruh kota yang dengan tegas harus dibedakan dengan para pengiring Yesus di perjalanan.

Inilah Nabi Yesus dari Nazaret – 21:11
Ungkapan Inilah Nabi Yesus dari Nazaret dapat diartikan dengan dua cara: 1) Yesus memang nabi dan diakui sebagai nabi; 2) Yesus adalah nabi yang dijanjikan sejak dahulu (Ul 18:18).
Sorak para penduduk Yerusalem ini dilaporkan dalam Injil Matius saja. Seandainya para penduduk Yerusalem memang mengakui Yesus sebagai nabi, maka berbeda dengan yang dilaporkan dalam Yoh 7:52, mereka tidak mempersoalkan tempat asal Yesus. Komunitas Kristen masa awal tidak memandang Yesus sebagai seorang nabi saja, melainkan sebagai sang nabi yang kedatangannya dinantikan berabad-abad lamanya.