Senin, 15 Nopember 2021

B-349 – 1Mak 1:10-15.41-43.54-57.62-64 – “Juga dari Israel ada banyak orang yang menyetujui pemujaan raja. Dipersembahkan oleh mereka korban kepada berhala dan hari Sabat dicemarkan”

YANG PROFAN DAN YANG SAKRAL

  1. Berbeda dengan Koresy, raja Persia, yang menaruh perhatian pada adat istiadat dan agama bangsa-bangsa yang takluk kepadanya, raja Antiokhus Epifanes IV mencoba mempertahankan kesatuan negeri kekuasaannya yang luas itu dengan menyeragamkan hukum dan kebiasaan, baik sipil maupn agama. Ia mengharuskan para bawahannya memuja dewa Yupiter saja yang digambarkan amat mirip dengan wajahnya sendiri.
  2. Orang-orang Yahudi sama sekali tidak memandang peraturan-peraturan tersebut sebagai suatu undangan atau kesempatan untuk belajar hidup menurut irama kebudayaan yang lebih universal. Mereka justru memandangnya sebagai peraturan-peraturan yang bernada anti agama. Maka meletuslah pemberontakan para Makabe.
  3. Orang-orang Yahudi tidak bisa memisahkan yang profan daripada yang sakral, sebab menurut mereka, kedua-duanya saling berkaitan.

Luk 18:35-43 – “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!”