Rabu, 10 Nopember 2021 ; Pw St. Leo Agung, Paus

B-345 – Keb 6:12-16 – “Kebijaksanaan bersinar dan tak dapat layu, mudah dipandang oleh yang kasih kepadanya, dan ditemukan oleh mereka yang mencarinya” (ay 12)

KEBIJAKSANAAN ILAHI YANG SELALU MENDAHULUI MANUSIA

  1. Kebijaksanaan Allah mengambil bagian dalam transendensi-Nya. Akan tetapi kebijaksanaan itu suka berada di tengah-tengah manusia dan di dalam dunia mereka. Dengan demikian ia membawa kepada dunia manusia suatu corak transendensi ilahi, yang menurut pengarang kitab ini, tampak dalam sikap siap melayani, bahkan mendahului keinginan manusia yang belum diucapkan sekali pun (ay 13, 14, 16).
  2. Setiap manusia, entah apa saja yang dilakukannya dan entah apa saja yang menjadi tugasnya, terus-menerus menyadari, bahwa ada suatu Pribadi yang telah mendahuluinya dan bahwa apa saja yang dipersembahkan kepada Pribadi itu, sesungguhnya merupakan pengembalian pemberian yang sebelumnya sudah diberikan kepadanya.
  3. Dengan demikian pengarang mengungkapkan pengalamannya tentang sesuatu yang melampaui hidup manusia, tentang sesuatu yang senantiasa mengundangnya hidup lebih agung. Melalui pengalaman yang amat manusiawi ini, setiap orang dapat mengecilkan pengaruh egoismenya serta kecenderungan untuk menggantungkan nasibnya pada dirinya sendiri.

    Luk 17:11-19 – “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”