134. Solider dengan Saudara Sendiri – Mat 20:1-16a (4/4)

Saudara sendiri
Karena perumpamaan ini hampir pasti ditujukan kepada kaum Farisi, maka kesimpulannya lebih jelas lagi: Untuk dapat memahami sikap Allah yang tampak dalam tingkah laku Yesus terhadap para “pendosa,” kaum Farisi seharusnya belajar memandang orang-orang malang itu sebagai saudara mereka sendiri. Tetapi karena mereka tidak mau belajar berlaku baik dalam arti sebenarnya, maka mereka tidak mampu mengasihi pula, sehingga mereka terus-menerus menggerutu.
Sikap Allah dan sikap Yesus terhadap para pendosa, tidak mungkin ditangkap kalau dipikirkan dari sudut keadilan saja. Tetapi barangsiapa memikirkannya secara rohani, dari dalam, dan sendiri biasa bermurah hati dan berlaku baik, pasti akan menangkap sikap Yesus dan Allah secara tepat. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah pula, sebab Allah adalah kasih (1Yoh 4:8).

Pembagian teks ini

Teks ini dapat dibagi seperti berikut:

20:1       Pemilik kebun anggur mencari pekerja;
20:2-7   “Pergilah ke kebun anggurku”;
20:8-15 “Iri hatikah engkau?”;
20:16     Yang pertama menjadi yang terakhir.