132. Solider dengan Saudara Sendiri – Mat 20:1-16a (2/4)

Arti Mat 20:15
Namun, yang menjadi masalah ialah perbedaan pendapat antara para ahli mengenai arti ucapan Yesus dalam 19:30 dan 20:16 dalam keseluruhan konteksnya. Di sini tentu saja tidak perlu diperkenalkan aneka ragam pendapat para ahli. Namun, karena perumpamaan ini cukup sulit ditangkap, maka maknanya perlu dijelaskan.
Kuncinya harus dicari dalam ayat 15, khususnya dalam pertanyaan pemilik kebun anggur, Iri hatikah engkau karena aku murah hati? Pemilik kebun mengundang para pekerja untuk memikirkan motivasi mereka. Mengapa mereka menggerutu? Karena merindukan perlakuan adil dan haknya? Dalam perumpamaan ini pertanyaan ini memang tidak dijawab. Namun, itulah salah satu gaya bahasa Yesus dan para penulis Injil!
Ciri yang sama dapat dijumpai dalam perumpamaan tentang anak yang hilang (Luk 15:11-32). Ayah dua putra itu mengundang putranya yang sulung agar ia mau ikut serta dalam sukacita karena kembalinya adiknya. Mengapa Yesus menceritakan perumpamaan tentang ayah dan ua anak itu? Sebab ia dikritik oleh kelompok Farisi yang tidak senang melihat Yesus begaul akrab dengan para “pendosa.”
Hal yang serupa dapat ditangkap dalam perumpamaan ini. Kelompok pekerja yang disewa sejak pagi-pagi, menggerutu terhadap pemilik kebun. Mengapa? Apakah karena ia itu baik? Bukan! Mereka menggerutu, karena mereka tidak menerima lebih banyak daripada mereka yang bekerja sejam saja. Inilah yang mengganggu mereka, sehingga mereka berkata, “Engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari!” Mereka berkeyakinan, bahwa karena bekerja lebih lama, mereka mempunyai hak untuk mendapat upah yang lebih bsar. Kalau kelompok pekerja terakhir mendapat upah yang sama dengan mereka, maka hak mereka dirampas.