Kamis, 04 Nopember 2021 ; Pw St. Karolus Boromeus

B-339 – Rom 14:7-12 – “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (ay 8)

JALAN PERSATUAN

  1. Orang-orang Kristen boleh berbeda pendapat dalam aneka ragam persoalan (ay 2-6). Akan tetapi mereka senasib dalam kehidupan maupun dalam kematian. Maka apakah gunanya berbeda-beda pendapat dalam soal-soal yang menyangkut askese atau cara hidup? Yang pokok ialah, supaya setiap saat masing-masing orang berkarya untuk Tuhan (ay 8), yaitu Tuhan orang-orang hidup dan orang-orang mati (ay 9).
  2. Paulus sama sekali tidak peduli apa ‘yang kuat’ sependapat dengan ‘yang lemah.’ Ia hanya minta, supaya mereka jangan saling menghakimi (ay 10-12). Persatuan dapat diwujudkan dalam persekutuan, yaitu pada lapisan terdalam masing-masing pribadi. Hanya di situ saja setiap orang dapat bersatu dengan orang lain, sebab di situ saja ia memandang dirinya sebagai hamba Allah, sama seperti sesamanya.

Luk 15:1-10 – “Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (ay 7)