131. Solider dengan Saudara Sendiri – Mat 20:1-16a (1/4)

(bacalah perikop ini terlebih dahulu dengan baik dan teliti!)

Empat tahap
Aksi perumpamaan ini mulai dengan prakarsa seorang tuan yang pagi-pagi meninggalkan rumahnya untuk mencari sejumlah pekerja (Mat 20:1). Yesus maupun penyusun perumpamaan ini sama sekali tidak berperhatian terhadap jenis pekerjaan yang harus dilakukan para pekerja upahan itu. Yang menarik perhatian Yesus maupun penulis Injil Matius ini ialah empat tahap/waktu tuan itu mengajak para pekerja pergi ke kebun anggurnya (Mat 20:2-7). Menjelang malam, masing-masing pekerja itu diberi upah (Mat 20:8-15).

Konteks
Untuk memahami perumpamaan yang tercantum dalam Injil Matius saja ini, perlu diberhatikan perikop terdahulu, konkretnya Mat 19:27-30. Di situ Petrus berkata kepada Yesus begini, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi, apakah yang akan kami peroleh?” Lalu Yesus memberi jawaban yang berlaku bagi para rasul saja: Pada waktu penghakiman, mereka akan duduk di atas dua belas takhta sebagai pendamping Anak Manusia (Mat 19:28). Janji ini ditutup oleh Yesus dengan kalimat, “Banyak orang yang pertama akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang pertama” (Mat 19:30).
Langsung sesudahnya menyusul perumpamaan yang teksnya dapat dibaca di atas. Justru karena itulah perumpamaan ini aslinya (dalam teks Yunani!) mulai dengan kata sebab (20:1). Dan justru karena itu pula perumpamaan ini berakhir dengan kalimat serupa seperti Mat 19:30 tadi, yaitu, “Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang pertama, dan yang pertama akan menjadi yang terakhir.”