Rabu, 03 Nopember 2021

B-338 – Rom 13:8-10 – “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat” (ay 10).

HUKUM NEGARA DAN KASIH

1.Tiga ayat ini, bila dipandang sebagai kesatuan dengan ayat-ayat yang mendahuluinya, bermakna istimewa. Paulus baru saja mengingatkan orang-orang Kristen, bahwa mereka wajib mentaati hukum negara. Mengapa? Sebab, sejauh adil, hukum-hukum tersebut mengungkapkan sebuah tuntutan sosial kasih injili, yaitu kasih timbal balik (ay 8).
2. Perbedaan antara hukum sipil dan hukum Musa terletak dalam tekanan peranan yang diberikan hukum Musa pada kasih terhadap sesama. Kasih akan sesama adalah kunci penilaian tingkah laku manusia (ay 9). Dalam arti demikian, kasih benar-benar adalah “kegenapan hukum Taurat” (ay 10). Yang dimaksudkan di sini memanglah hukum Musa. Tetapi dalam arti tertentu hal yang sama berlaku pula bagi hukum negara.
3. Dewasa ini pun, orang-orang Kristen belum dijiwai sikap positip terhadap Negara dan undang-undangnya, sebagaimana hal ini dituntut oleh rasul Paulus.


Luk 14:25-33 – “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku”