128. Hamba yang tidak berbelas kasih – Mat 18:23-35 (3/5)

Tergeraklah hati raja – 18:27
Ternyata hati raja lebih mulia daripada diduga oleh hambanya. Ia tergerak hatinya (secara harfiah: usus-ususnya terjungkirbalik). Ungkapan ini agak sering diterapkan pada Yesus yang “tidak tahan” menyaksikan penderitaan hebat sejumlah orang. Iba araja ii sangat penting untuk memahami perumpamaan ini secara tepat. Sebab begitulah sikap Allah terhadap manusia.
Raja itu kasihan secara mendalam, sehingga bukan hanya mengabulkan permohonan hambanya, melainkan juga …

Membebaskannya – 18:27
Artinya, ‘Melepaskannya dari penjara,’ dan …

Menghapuskan utangnya – 18:27
Artinya, ‘Menganggap hamba sebagai orang yang tidak berutang lagi.’ Aslinya, tuan itu menghapuskan pinjaman hamba itu. Tetapi karena kata pinjaman ini dalam PB muncul di sini saja, maka hampir selalu diterjemahkan “utang.”
Dalam bagian pertama perumpamaan ini, pembaca mengagumi belas kasihan raja terhadap hambanya dan luasnya pengampunan yang diberikan  olehnya. Dalam bagian kedua perumpamaan ini yang mulai dengan ayat 28, pembaca dihadapkan pada kenyataan sebaliknya: Hamba yang diperlakukan dengan kasih yang tak terbayangkan, ternyata bersikap bengis terhadap sesamanya yang berutang sedikit sekali.

Ketika hamba itu keluar – 18:28
Ia keluar dari istana raja.

Ia bertemu dengan seorang hamba lain – 18:28
Perjumpaan itu terjadi secara kebetulan.

Berutang seratus dinar – 18:28
Satu dinar adalah upah sehari bagi seorang pekerja di zaman itu. Jadi, jumlah ini sama sekali tidak sebanding dengan 10.000 talenta. Hamba pertama berutang kepada rajanya 500.000 kali lebih daripada hamba ini.

Menangkap dan mencekik kawannya – 18:28
Dua kata ini, yakni menangkap dan mencekik menggambarkan satu tindakan saja.

Sujudlah … memohon – 18:29
Hamba yang berutang 100 dinar ini melakukan hal sama yang dilakukan hamba pertama tadi, namun ia sama sekali tidak berhasil menggerakkan hati temannya yang memang keras bagaikan batu.

Menyerahkan kawannya ke dalam penjara – 18:30
Kedudukan hamba pertama tetap tinggih, sehingga ia menyuruh orang lain agar temannya dipenjarakan.

Yang lain sangat sedih – 18:31
Para hamba lain kaget melihat tindakan hamba yang jahat itu. Sebab, seperti dikatakan di atas, orang Yahudi yang berutang tidak pernah dipenjarakan.

Menyampaikan segala yang terjadi – 18:31
Maksudnya, ‘Para hamba melaporkan kejadian itu kepada raja mereka.’

Hai hamba yang jahat – 18:32
Kata jahat di sini searti dengan “tidak berguna untuk apa-apa.” Hamba itu memang amat kejam terhadap sesamanya yang sestatus dengannya.

Seluruh utang itu telah kuhapuskan – 18:32
Kata seluruh diberi tekanan khusus dalam ayat ini.